Gubernur Termuda Pimpin Demokrat NTB

Zainul Majdi dan Abdul Halik Iskandar. (Foto: Bobby Triadi)

Gubernur NTB, Gubernur termuda di Indonesia, Muhammad Zainul Majdi (38 Tahun) terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) NTB 2011-2015. Zainul terpilih secara aklamasi dalam Musda II PD NTB yang berlangsung di Grand Legi Hotel, Mataram, Lombok, Minggu, 3 April 2011, sore.

Sepuluh suara pimpinan pengurus cabang dan masing-masing satu suara pengurus provinsi dan pengurus pusat, sepakat bulat-bulat memilih Tuan Guru Bajang, sapaan Zainul. Tak ada pemungutan suara, Musda hanya berlangsung tak lebih dari 45 menit sejak Wakil Ketua Umum DPP-PD, Jhonny Allen Marbun membuka sidang.

Terpilihnya Zainul yang tadinya kader Partai Bulan Bintang ini, ditandai pemasangan jaket PD berwarna biru dan penyerahan bendera partai oleh Wakil Ketua Umum DPP Demokrat, Jhonny Allen Marbun, yang setelahnya langsung menutup Musda. Penyerahan disaksikan Anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok.

Saat Zainul terpilih, Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum dan Sekjen DPP PD, Edhie Baskoro Yudhoyono sedang dalam perjalanan menuju Pancor, Lombok Timur, bertemu Ibunda Zainul, Siti Rauhun, seusai membuka Musda.

Usai terpilih, Zainul Majdi mengatakan, sebagai pendatang baru agenda pertama dirinya adalah konsolidasi internal partai.

‘’Kepentingan saya adalah visi di Demokrat itu adalah nasionalis religius. Ini bagi NTB dan Indonesia kedepan akan sangat bagus. Selain itu, saya mengapresiasi politik santun. Itu hal yang paling mendasar,’’ ujarnya terkait mengapa ia meninggalkan PBB dan merapat ke Demokrat.

Zainul mengaku tertarik bergabung dengan Partai Demokrat karena merasa partai itu mengemban visi nasional dan religius. “Saya pikir itu bagus bagi NTB dan Indonesia ke depan, karena akan ada prilaku politik yang religius dan santun. Saya apresiasi kepada teman-teman pengurus Partai Demokrat yang secara kompak memilih saya, dan itu meyakinkan saya untuk berkiprah,” ujarnya.

Zainul akan berjuang semaksimal mungkin untuk menjadikan Partai Demokrat di NTB yang lebih fungsional atau lebih nyata kemanfaatannya untuk masyarakat.

“Kepada Ketua Umum Partai Demokrat, saya memberikan apresiasi yang sangat besar yang telah menjadikan Partai Demokrat menjadi partai yang terbuka, partai yang ingin menghimpun seluruh potensi Indonesia, untuk itu saya menyambut baik,” ujarnya.

Dalam penyusunan formatur kepengurusan, Zainul akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dan berikhtiar untuk memperluas basis kader Partai Demokrat sehingga lebih besar kiprahnya di NTB.

Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) M. Syamsul Komar, di Mataram, mengatakan, orang diluar partai pun boleh ikut serta dalam pertarungan memperebutkan kursi PD I NTB.

“Kami buka ruang seluas-luasnya kepada publik untuk bertarung dalam Musda Partai Demokrat. Siapa saja yang ingin bergabung dan memimpin Demokrat NTB, silahkan. Sekali lagi, kami tegaskan bahwa Partai Demokrat bukan partai transaksional (transaksi uang atau benda berharga lainnya), melainkan partai demokratis sehingga terbuka ruang seluas-luasnya kepada publik yang ingin bergabung atau hendak menjadi pengurus utama,” ujar Syamsul.

Hal senada juga disampaikan Abdul Halik Iskandar alias Mamiq, mantan Ketua DPD-PD sebelumnya. “Kami terima siapa pun yang hendak bergabung dengan Partai Demokrat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum DPP-PD, Anas Urbaningrum dalam pidato pembukanya berpesan agar siapa pun yang akan terpilih memimpin Partai Demokrat di NTB harus mampu membirukan NTB pada pemilu 2014 mendatang.

“Siapa pun yang bakal memimpin, ia harus mampu mengembangkan dan melebarkan sayap Partai Demokrat di NTB. Siapa pun yang terpilih, ia harus mampu membirukan NTB pada pemilu 2014,” seru Anas.

Zainul dilantik sebagai Gubernur NTB 2008-2013, 17 September 2008. Bersama pasangannya Badrul Munir, ia diusung PBB dan PKS. Sebelum dilantik sebagai Gubernur, sejak 2004, Zainul lulusan program doktoral Universitas Al Azhar, Mesir, adalah Anggota Komisi X DPR RI mewakili PBB dari Daerah Pemilihan NTB.

TGH M. Zainul Majdi atau yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) itu juga merupakan Pemimpin Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan (NW), organisasi Islam terbesar di NTB, yang lahir di Pancor, Lombok Timur, NTB, 31 Mei 1972. Gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 38 tahun itu merupakan doktor ilmu tafsir Al-Quran Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Hadir dalam acara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Eddhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Toto Riyanto, Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok, serta pengurus DPP Partai Demokrat Lainnya. Bobby Triadi/PD

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 6 =