Presiden Hadiri Puncak Peringatan Hari Guru dan HUT ke-66 PGRI

Logo PGRI

Sentul, Jawa Barat: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional 2011 dan HUT ke-66 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Sentul Internasional Convention Center, Citeureup, Jawa Barat, Rabu (30/11) pagi. Pada kesempatan ini Presiden juga memberikan penghargaan Satyalencana Pendidikan kepada empat orang guru dan satu kepala sekolah berprestasi berdasarkan Keppres No.123/tk/2011.

Para guru dan kepala sekolah yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Abdul Hajar (guru SMAN 3 Makassar), Herfen Suryati (guru YPVDP Bontang), Imron Rosidi (guru SMKN 2 Pasuruan), Mustafa (guru SMKN 4 Makassar), dan Nikmah Nurbaity (kepala sekolah SMAN 5 Purworejo)

Puncak peringatan Hari Guru ini diadiri sekitar 4.500 guru dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Hari Guru sendiri diperingati setiap tanggal 25 November. Ketua PB PGRI Sulistyo dalam sambutannya yakin dan percaya pemerintah menempatkan pendidikan sebagai prioritas nomor satu. Pembentukan guru profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat telah menunjukan tanda-tanda keberhasilan, kata Sulistyo.

Tema Hari Guru tahun ini adalah ‘Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa’. Melalui tema ini, ujar Sulistyo, para guru berkeinginan agar berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah dalam memajukan pendidikan dilanjutkan dengan meningkatkan peran strategis guru dan organisasi profesi guru, khususnya dalam membentuk karakter bangsa.

“Banyak persoalan kemanusiaan yang menurut kami berkolerasi dengan pendidikan karakter bangsa, sudah waktunya guru mengambil peran strategis dalam ikut membangun bangsa yang lebih baik,” Ketua PB PGRI menambahkan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan, untuk menjadi seorang guru diperlukan karakter yang kuat sehingga dapat menciptakan masa depan yang lebih baik.

“Pembentukan karakter adalah suatu keniscayaan dalam suatu proses pembelajaran sebagai komplemen dari pembentukan modal pengetahuan. Tugas menjadi guru sangat istimewa sehingga wajar apabila tugas ini hanya boleh diemban oleh mereka yang memiliki kesiapan dan kelayakan yang memadai,” ujar Muhammad Nuh.

Presiden SBY dalam sambutannya berharap di Hari Guru dan HUT ke-66 PGRI ini para guru semakin profesional, bermartabat, dan semakin sejahtera.

“Semoga saudara-saudara semua benar-benar mampu mendidik anak bangsa yang cerdas dan berkarakter unggul,” kata Presiden.

Bangsa yang maju dan unggul, lanjut Presiden, sangat ditentukan oleh manusianya.

“Sedangkan kualitas dan kapabilitas manusia ditentukan oleh pendidikannya. Kita semua mengetahui bahwa guru dan dosen adalah penentu keberhasilan pendidikan di negeri ini,” SBY mengingatkan.

Saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss, pada awal tahun ini, Presiden mendapatkan fakta bahwa Indonesia dianggap berhasil meningkatkan daya saingnya dari peringkat 54 menjadi 44.

“Lompatan yang sangat signifikan itu juga disumbang oleh posisi pendidikan. Kontribusinya adalah kesehatan, pendidikan dasar, pendidikan tinggi, pelatihan dan inovasi,” Kepala Negara menjelaskan. “Mari terus kita tingkatkan keunggulan dan daya saing bangsa kita, karena melalui bangsa yang unggul dan berdaya saing masa depan negeri ini akan makin cerah dan rakyat akan semakin sejahtera,” SBY menambahkan.

Turut hadir dalam kesempatan kali ini Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mentan Suswono, Menhut Zulkifli Hasan, Menag Suryadharma Ali, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jendral Timur Pradopo, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan. (presideninfo/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*