Presiden SBY: Masih Ada Anggota Polri yang tidak Profesional

Jakarta: Selain memberikan sejumlah pencapaian, Presiden juga menyampaikan beberapa koreksi dan evaluasi terkait kinerja Polri. Presiden menilai anggota Polri masih ada yang tidak profesional, tidak siap, dan kurang responsif dalam menangani aksi kekerasan.

“Saya tahu karena saya mengikuti, saya bahkan bicara dengan Kapolres. Ada yang kurang responsif, kurang profesional, dan ada yang tidak tuntas sehingga dikesankan ada semacam pembiaran,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam arahannya kepada Perwira Tinggi dan Kombes Polisi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (17/1) siang.

Poin evaluasi Kedua, masih adanya pelanggaran oknum Polri. Ketiga, mengenai kesalahan teknis di lapangan. Menurut SBY hal ini menunjukan tingkat profesionalisme Polri belum seperti yang diharapkan sehingga menimbulkan ekses yang tidak perlu.

Keempat, perihal reformasi birokrasi. “Meskipun saya melihat sejumlah hasil, namun publik –termasuk saya, masih menganggap perlu ditingkatkan sehingga 3-5 tahun mendatang Polri kita mendapat posisi yang luas di masyarakat, proses menuju polisi bertaraf dunia,” SBY menjelaskan.

Oleh karena itu, Kepala Negara memaparkan enam elemen yang diharapkan dapat dijalankan oleh Polri. Pertama, diperlukan profesionalitas dan kapabilitas yang tinggi dari anggota kepolisian, termasuk skill dalam mengatasi Kamtibmas. Kedua, peningkatan kesiagaan. Ketiga, taktik dan teknik yang tepat. Keempat, personil yang cukup.

“Saya sering ingatkan, terus terang saja kalau massa 2000 tapi Polri-nya cuma 30 orang, ini tidak rasional. Tidak boleh seperti itu, harus rasional,” SBY menegaskan. “Caranya, antisipasi, cadangan yang sudah siap, penambahan bisa dilakukan setiap saat dengan perlengkapan yang sudah siap,” tambahnya.

Kelima, perlengkapan harus cukup dan memadai. Dan keenam, kepemimpinan lapangan harus efektif, tegas dan baik. “Jangan sampai anggota bergerak sendiri. Kesalahan di sekitar itu, bisa bablas sampai ke PBB, ke New York,” Presiden menekankan. (presideninfo/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*