Politisi Harus Mampu Bicara di Depan Kamera

Tina Talisa ketika tampil sebagai narasumber. Bertindak sebagai moderator Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Andei Nurpati. (omar tara)

Jakarta: Memasuki hari keempat Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD,  Tina Talisa tampil sebagai narasumber di sesi pertama dan kedua. Acara tersebut diselenggarakan di Kantor DPP-PD Graha Kramat VII, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Mei 2012.

Tina Talisa, presenter ternama yang kini merambah karier di Indosiar, membawakan materi  “Teknik Berbicara di Depan Publik dan Praktek Wawancara/Talk show”.

Dalam materinya, Tina Talisa menerangkan berbagai macam tentang media elektronik dan jurnalis serta teknik berbicara di dunia televisi. Ia kemukakan  bagaimana hendaknya seorang politisi berada di depan kamera ketika sedang melakukan wawancara atau talkshow, hal yang paling mendasar adalah harus menanyakan topik apa yang akan dibicarakan.

Seorang jurnalis juga harus jujur kepada narasumber dan menyampaikan fakta apa adanya serta tidak mempunyai tujuan atau maksud tertentu.Intinya seorang jurnalis harus berpihak kepada kebenaran.

Selain itu seorang narasumber harus mengetahui karakter seorang presenter/yang mewawancarai dan pembicaraan yang tepat sasaran tidak berbeli-belit serta memperhatikan durasi yang diberikan. Narasumber juga tidak boleh terpancing emosi saat wawancara. Tina Talisa mengharapkan, kader PD tidak menjadi grogi lagi bila berhadapan dengan wartawan atau ketika wawancara di depan kamera televisi. Diterangkan pula perbedaan antara konferensi pers dan talk show.

Tina Talisa ketika tampil sebagai narasumber. Bertindak sebagai moderator Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Andei Nurpati. (omar tara)

Setelah memberikan materi, Tina Talisa melakukan teknik praktek  wawancara di depan kamera televisi dan konferensi pers.Walaupun materi sangat padat hingga diajarkan pagi hingga sore, tetapi peserta tetap semangat dan sangat antusias mengikutinya. (iwan k/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*