Presiden SBY Nyoba Mobil Listrik e-Semar Buatan UGM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (presideninfo)

Yogyakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencoba purwa rupa mobil listrik e-Semar hasil rancang bangun Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (22/5) sore. Bersama Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menpora Andi Alifian Mallarangeng, SBY menaiki mobil listrik itu berkeliling halaman Gedung Agung, Yogyakarta, dimulai dari samping Wisma Negara hingga depan Gedung Utama.

Naik mobil listrik e-Semar berkeliling Gedung Agung ini dilakukan seusai Presiden SBY melakukan rapat koordinasi membahas isu mobil ramah lingkungan. Ini merupakan rapat kedua sejak Presiden pertama kali mengangkat isu mobil ramah lingkungan di bulan Maret.

Presiden SBY menyadari kebutuhan energi dunia yang terus meningkat, termasuk di Indonesia, sedangkan cadangan sumber daya semakin menurun. Efek penggunaan energi fosil juga tidak baik, hal ini mendorong kebutuhan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

“Bicara energi kita tahu bahwa persoalannya bukan hanya mismatch antara suply dengan demand, tetapi juga dampak energi bagi lingkungan,” kata Presiden SBY dalam rakor mobil ramah lingkungan.

Oleh karena itu, Presiden mengajak bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas untuk membangun berbagai sistem transportasi, terutama dalam penggunaan enegi. Hal ini sekaligus diharapkan menjadi bagian dari soslusi global untuk gerakan hemat energi, ramah lingkungan, bahkan bisa meminimalkan emisi karbon.

Presiden SBY menyatakan kembali komitmennya untuk mengembangkan mobil hemat energi dan rendah emisi karbon dalam rapat koordinasi ini. “Tahun-tahun mendatang ini pemerintah akan membantu pengembangan mobil-mobil listrik dan hybrid,” ujar SBY.

Untuk sementara, kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan, seperti mobil listrik e-Semar buatan UGM, tersebut bisa digunakan dalam lokalitas terbatas, misalnya di lingkungan militer atau pemerintah daerah. Jika sudah teruji, baru masuk ke mainstream transportasi publik.

“Kita yang menentukan policy-nya, kita yang menentukan arah dari riset dan development ini, dan kemudian –harapan kita semuanya– menjadi solusi,” Presiden SBY menambahkan. (presideninfo/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*