Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain

Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (iwan k)

Jakarta: Pilkada DKI Jakarta akan digelar kurang dari 49 hari lagi. Enam kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan bertarung memperebutkan sekitar 7 juta suara warga Jakarta untuk meraih kursi DKI 1 dan 2.

Seandainya pilkada DKI Jakarta dimajukan pada hari ini, siapakah kira-kira yang akan dipilih warga Jakarta untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017?

Lembaga survei Indo Barometer melakukan pengumpulan data pada 15-20 Mei 2012. Survei dilakukan dengan menggunakan metode multi random sampling, jumlah responden 440, tingkat marginal error 4,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan tatap muka menggunakan kuisioner.

Dalam teknik wawancara, responden ditanya dengan dua pertanyaan terbuka dan tertutup. Untuk pertanyaan tertutup, sendainya pilkada DKI digelar hari ini dan ada 6 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju, maka dari enam pasangan itu mana yang dipilih?

Hasilnya, pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih bertengger sebagai pasangan yang akan dipilih warga DKI Jakarta. Pasangan yang diusung Partai Demokrat itu memperoleh 49,8 %. Selanjutnya pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 16,4 %, Alex Noerdin-Nono Sampono (5,7%), Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini (4,5%), Faisal Basri-Biem Benyamin (2,3%), dan Hendardji Supandji-A Riza Patria (0,2%).

Ketika responden ditanya secara terbuka maupun tertutup soal siapa cagub yang akan dipilih, hasilnya sama. Foke menempati urutan teratas, disusul Jokowi, Alex Noerdin, dan Hidayat Nurwahid. Sedangkan saat ditanya cawagub yang akan dipilih, dalam pertanyaan terbuka, Nara menempati posisi teratas. Disusul kemudian oleh Ahok, Biem, dan Foke. Sedangkan ketika ditanya secara tertutup siapa cawagub yang dipilih, Nara dan Ahok menempati posisi pertama dan kedua. Disusul kemudian oleh Nono dan Biem.

“Peluang dengan unggulnya pasangan ini, berarti mereka unggul tapi tetap harus diwaspadai karena unggulnya belum mutlak, belum 50 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari, dalam jumpa pers di Kafe Warung Daun, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2012).

Sebanyak 21,1% pemilih mengambang dengan rincian rahasia (5,7%), tidak memilih (0,5%), belum memutuskan (6,8%), dan mengaku tidak tahu (8,1%).

Pilkada DKI Jakarta akan digelar Rabu 11 Juli 2012 mendatang. Sementara kampanye pilkada DKI dimulai pada 24 Juni-7 Juli.(detik/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*