Indonesia-Thailand Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bilateral

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra di Ivory Room, Government House, Bangkok, Thailand, Jumat (1/6) pagi. (presideninfo)

Bangkok, Thailand: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra di Ivory Room, Government House, Jumat (1/6) pagi. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden SBY mengangkat lima isu utama, yaitu kerja sama di bidang pertanian dan perikanan, perdagangan dan investasi termasuk produk halal, kerja sama sektor energi, kepariwisataan, dan interaksi antar-masyarakat.

“Kita memaklumi bahwa baru tahun lalu ada pertemuan antara Presiden SBY dengan PM Yingluck. Jadi apa yang dilakukan hari ini adalah mengevaluasi kemajuan-kemajuan apa yang sudah tercapai dalam hubungan bilateral,” kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah. “Secara. spesifik memang tidak banyak membahas isu-isu lain, namun prioritas lima isu tersebut yang diangkat Presiden,” tambahnya.

Kedua pemimpin telah sepakat untuk menugaskan menteri-menteri terkait dari masing-masing negara untuk segera menyelesaikan beberapa perjanjian kerja sama, utamanya yang terkait dengan kerja sama pertanian dan perikanan.

“Diharapkan, komitmen yang sudah disepakati sekarang, untuk memastikan adanya supply, katakanlah cadangan beras di Indonesia tercukupi. Mereka telah menegaskan kembali bahwa mereka siap memenuhi target 1 juta ton/ tahunnya,” kata Faizasyah.

“Mereka menegaskan kembali bahwa pemerintah Thailand berkomitmen, karena sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan tahun lalu, dan sekarang kembali menekankan hal tersebut. Kita memaklumi bahwa kita harus terus memastikan ada kecukupan cadangan beras di Indonesia, dan Thailand adalah salah satu negara yang menjadi negara yang memberikan komitmennya untuk mencukupi cadangan beras kita,” Faizasyah menjelaskan.

Hal-hal lain yang disinggung oleh kedua pemimpin dalam pertemuan bilateral adalah mengenai sektor energi. “Tadi disebutkan bahwa bagaimana mereka memiliki keahlian dalam pengolahan energi alternatif, energi terbarukan dari palm oil ke etanol. Memang tidak secara spesifik disepakati, namun ditegaskan kembali bahwa menteri terkait dapat menindaklanjuti hal-hal tersebut,” terangnya.

Dibahas pula kerja sama perdagangan dan investasi. “Dicatat bahwa tren perdagangan kita menunjukkan peningkatan. Kita mengundang investasi dalam kerangka MP3EI dan disepakati untuk lebih mendorong pelaku bisnis kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di sektor tersebut,” ujar Faizasyah.

Di sektor pariwisata, disampaikan bahwa potensi kedua negara yang ada dapat dikombinasikan. “Kedua negara memiliki kemampuan di bidang pariwisata yang sangat menonjol, jadi bisa dikerjasamakan dalam paket-paket turisme dan lain-lain. Hal lainnya yang juga disinggung adalah terkait mengenai industri kreatif. Presiden menyampaikan bahwa kita bisa bekerjasama dalam mengembangkan industri kreatif, seperti film. Itulah secara garis besar yang telah disepakati dalam pertemuan tadi,” tandas Faizasyah. (presideninfo/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*