Pertemuan Bilateral dengan Presiden Hu Jintao

Presiden China Hu Jintao (en.wikipedia.org)

Wladiwostok, Rusia: Sebelum menyampaikan pidato kunci pada APEC CEO Summit, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlebih dahulu melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Hu Jintao, serta dua CEO perusahaan tambang Norilsk Nickel Vladimir Strz Halkovsky dan CEO Rusal Corporation Oleg Daripaska, Sabtu (8/9) pagi waktu setempat.

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao yang berlangsung di Gedung 20 B, kompleks FEFU, Pulau Rusty, Wladiwostok, Rusia, Presiden SBY membahas kesepakatan tentang pentingnya kedua negara untuk bertemu secara reguler dalam pertemuan yang bersifat strategis, baik dalam tingkat menlu maupun tingkat kepala pemerintahan. Demikian dijelaskan Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah kepada wartawan di Gedung Media Centre, Kompleks FEFU, Sabtu (8/9) siang.

“Aspek kedua yang juga dibahas adalah dorongan untuk meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi. Kembali Presiden mengingatkan mengenai MP3EI dan mendorong untuk partisipasi Tiongkok di sana,” jelasnya.

Selain itu, kedua Kepala Pemerintahan juga membahas kerja sama di bidang pertahanan, utamanya bagaimana mendorong perkembangan industri pertahanan dan juga kerja sama maritim. “Dalam hal ini Bapak Presiden mengundang pengembangan sektor perikanan,” Faizasyah mengatakan.

Hal terakhir yang dibahas pada pertemuan bilateral adalah aspek sosial budaya, dan juga bagaimana mendorong kerja sama di bidang tersebut. “Adapun hal-hal yang bersifat regional disampaikan, pertama bahwa kawasan Asia Pasifik tetap mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif, namun demikian hal ini tidak bisa dinilai sebagai suatu keniscayaan. Perlu upaya bersama untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus terjaga karena kemudian usaha bersama itu diperlukan pada bilateral Indonesia dan Tiongkok,” terangnya.

Pada pertemuan tersebut sempat disinggung mengenai perkembangan situasi di Laut Cina Selatan, dan Indonesia kembali mendorong agar proses penyelesaian serta langkah-langkah menuju penyusunan code-of-conduct dilakukan. “Presiden HuJintao telah menyampaikan kesiapan mereka untuk memulai negosiasi,” jelas Faizasyah.

Sementara dalam pertemuan dengan dua pengusaha Rusia, kepada Presiden SBY, keduanya menyampaikan kesiapan mereka untuk melakukan investasi di sektor pertambagan. Sedangkan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin yang direncanakan berlangsung hari ini, terpaksa dijadwalkan ulang karena ketidak cocokan waktu antara kedua Kepala Negara. (presidenri/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*