Presiden Jelaskan Hasil Pertemuan Bilateral yang Dilaksanakan di Rusia

Presiden SBY saat akan menyampaikan pidato kunci pada APEC CEO Summit, di Plenary Hall Gedung 12, kompleks FEFU, Sabtu (8/9). (foto: abror/presidensby.info)

Wladiwostok, Rusia: Kerja sama di bidang ekonomi merupakan penekanan dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers usai menuntaskan rangkaian pertemuan APEC 2012, Minggu (9/9) pukul 17.45 waktu setempat, atau 13.35 WIB, di Briefing Room, International Media Centre, FEFU, Pulau Rusky, Wladiwostok, Rusia.

“Saya senang mengabarkan kepada rakyat Indonesia bahwa kerja sama, utamanya di bidang ekonomi, antara Indonesia dengan Tiongkok berkembang baik. Sebagai contoh, volume perdagangan diantara kedua negara sudah lebih dari 50 miliar dollar AS, bahkan kita menetapkan target cukup ambisius. Tapi insya Allah pada tahun 2015 nanti mencapai 80 miliar dollar AS. Tentu dalam posisi yang berimbang,” kata Presiden SBY.

Selain kerja sama di bidang ekonomi, Presiden SBY dan Presiden RRT Hu Jintao juga membahas kerja sama di kawasan dan juga isu Laut Cina Selatan.

Selain dengan Presiden RRT, Presiden SBY juga sempat bertemu kepala negara lain di sela-sela mengikuti rangkaian acara KTT APEC 2012, salah satunya dengan PM Thailand Yinluck Shinawatrta. “Kami berdua mengakui perlu bekerja sama di dalam pemasaran ataupun penjualan produk unggulan kita, karet dalam hal ini, bukan dalam pemikiran seperti kartel, tetapi sebuah policy coordination yang konstruktif sesuai dengan norma-norma WTO, tetapi membawa manfaat yang riil bagi negara-negara penghasil yang adalah Thailand Indonesia, dan Malaysia,” ujar SBY.

Sementara itu, pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Presiden menjelaskan bahwa selama ini Indonesia merasa bahwa Korea Selatan merupakan mitra yang baik bagi indonesia, terlihat dari pengembangan alutsista militer Indonesia, dimana Korea bersedia untuk alih teknologi, joint investment dan joint production.

“Selama ini kerja sama kita baik atau baik sekali. Investasi dan perdagangan juga tumbuh mengesankan. Khusus pertemuan saya dengan beliau, saya punya inisiatif dan beliau merespon dengan baik, yaitu kerja sama untuk pengembangan green car, mobil atau transportasi darat yang ramah lingkungan, baik itu mobil listrik maupun hybrid system car,” Presiden SBY menerangkan.

Sedangkan pertemuan antara Presiden SBY dengan Menteri Perdagangan Australia sebagai wakil dari PM Australia, membicarakan kelanjutan kerja sama di bidang peternakan. Keduanya setuju untuk mempercepat proses kerja sama tersebut.

Di sela-sela acara APEC, Presiden SBY juga bertemu dengan 3 pemimpin negara di Amerika Tengah dan Latin yaitu Presiden Cile, Peru dan Meksiko. “Ketiganya terus terang ingin meningkatkan kerja sama dan kemitraan dengan Indonesia. Mereka mengetahui bahwa ekonomi kita tumbuh baik, di forum APEC juga diberikan recognition oleh Presiden Putin sendiri dan yang lain,”jelasnya.

Selain dengan para pemimpin APEC, Presiden SBY bertemu beberapa pengusaha Rusia dan Amerika untuk membahas kerja sama. SBY telah menugaskan menteri-menteri terkait untuk menindaklanjuti seluruh pembicaraan tersebut, dan agar dibuat sebuah kerangka kerja sama yang baik dan bermanfaat bagi rakyat dan negara Indonesia. (presidenri/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*