Presiden Minta OJK Perkuat Jasa Keuangan

Logo Otoritas Jasa Keuangan (google)

Yogyakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ruang Sudirman Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Senin (22/10) pukul 14.00 WIB. Dalam pertemuan ini Komisioner OJK melaporkan persiapan transisi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) ke OJK, kemudian dari Bagian Pengawasan Bank Indonesia (BI) ke OJK. OJK juga memperkenalkan anggota tim dan tugasnya.

Staff Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmansyah menyampaikan hal tersebut, seusai pertemuan. “Presiden juga berharap OJK harus mampu membuat kepercayaan dan derajat kepastian jadi lebih tinggi melalui pembenahan dan penguatan jasa sistem keuangan Indonesia,” kata Firmansyah.

Selain itu, lanjut Firmansyah, Presiden SBY juga meminta OJK berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan BI untuk mengantisipasi dampak krisis global. “Presiden berpesan agar OJK sebagai tim stabilisasi jasa keuangan melakukan pengawasan yang benar sehingga risiko kecurangan di jasa keuangan kecil,” Firmansyah menjelaskan.

Mengenai wacana penyidik OJK dalam menjalankan fungsi penindakan, Firman menjelaskan hal tersebut diserahkan kepada nota kesepahaman antarlembaga terkait. Begitu pun soal anggaran OJK, Presiden SBY berharap masalah ini segera beres. “Presiden menyampaikan semua prosedur harus tetap diikuti, dijelaskan pada masyarakat, tidak hanya kepada DPR,” Firmansyah menambahkan.

Mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan Komisioner OJK ini, antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Jubir Julian Aldrin Pasha, dan Firmansyah. (presidensbyinfo/dik)

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*