Ibu Ani Bilang, Bangil Bisa Dikenalkan Sebagai Kota Bordir

808ANI

Ibu Ani saat berkunjung ke Faiza Bordir di sentra kerajinan Bangil, Kab. Pasuruan, Jatim, Kamis (2/5) siang. (foto: cahyo/presidenri.go.id)

Pasuruan, Jawa Timur: Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono mengagumi kerajinan tangan bordir buatan warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bordir Bangil tidak kalah dengan buatan Tasikmalaya, Kudus, dan Bukittinggi yang sudah tenar lebih dulu.

“Saya berharap kita bisa memperkenalkan bahwa Bangil ini Kota Bordir. Saya kira ini (bordir di Bangil) sudah lama, tapi belum setenar Tasik, Kudus, dan Padang,” kata Ibu Ani saat berkunjung ke sentra kerajinan Faiza Bordir, di Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (2/5) siang.

Sejak 11 September 2005 sebenarnya Bangil disebut dengan Bangkodir, Bangil Kota Bordir. Kehadiran Ibu Ani dan rombongan disambut meriah oleh ratusan siswa-siswi sekolah dan warga setempat.

Kain bordir asal Bangil dipasok salah satunya ke pusat perbelanjaan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jilbab bordir misalnya, dipasok sebanyak 500 kodi dari jumlah permintaan 2 ribu kodi. Harga perkodinya Rp 900 ribu.

Permintaan terhadap bordir Bangil juga datang dari Malaysia, Brunei Darussalam, samppai Australia. “Kita bangga ya, luar biasa,” ujar Ibu Ani. Di rumah busana ini dipasarkan juga kain dan pakaian batik hasil karya warga Bangil. Kain bordir dan batik, kata Ibu Ani, merupakan paduan yang apik untuk busana perempuan Indonesia.

“Di Indonesia ini bukan hanya batik, tenun, tapi juga bordir. Bordir bisa untuk kebaya, bawahnya pakai batik,” Ibu Ani menambahkan.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan menyatakan, kunjungan Ibu Negara ke perajin kecil seperti ini diharapkan bisa memberi motivasi bagi pengrajin di tanah air. Industri kreatif di Tanah Air terus berkembang. Bordir khas Bangil, lanjut Syarief Hasan, merupakan hasil industri rumah tangga warga BangiL.

Dalam kunjungannya ke Bangil, Pasuruan, Ibu Ani ditemani Ibu Herawati Boediono. Turut serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan, istri Panglima TNI Teti Agus Suhartono, dan istri Gubernur Jawa Timur Nina Soekarwo. (webpresiden/yor/wan)

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*