Presiden SBY Tegaskan Penyekapan terhadap Para Pekerja di Tangerang Tidak Manusiawi

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono speaks at a news conference at the presidential office in Jakarta

: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan tindakan penyekapan terhadap para pekerja pabrik aluminium balok dan panci di Tangerang tidak manusiawi, melanggar hukum, sehingga tidak mungkin bisa   dibenarkan. Presiden juga mengapresiasi Polri yang telah bekerja untuk menegakkan hukum terkait penyekapan terhadap para pekerja di Tangerang, Banten tersebut.

“Jika ada perlakuan terhadap pekerja yang tidak manusiawi dan melanggar hukum seperti yang ada di Tangerang, masyarakat agar melaporkan,” kata Presiden SBY melalui akun pribadinya di Twitter, Senin (6/5) malam.

Presiden SBY mengingatkan, di dunia ini, kejahatan akan selalu ada. Karena Itulah kehidupan. Tetapi negara tidak boleh menyerah dan kalah untuk menindak tegas setiap kejahatan tersebut.

Tempo melaporkan, penyekapan para perkerja di Tangerang memang sangat tidak manusiawi. Perbuatan keji tersebut diketahui luas oleh masyarakat ketika Kepolisian Resor Kota Tangerang menggerebek CV Cahaya Logam, pabrik aluminium balok dan panci, Jumat, 3 Mei 2013. Pabrik ini berada di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Sepatan, milik Yuki Irawan.

Di pabrik yang sudah operasi selama 1,5 tahun itu, polisi menemukan 25 pekerja disekap dalam ruangan yang lebih buruk dibanding penjara. Ruangan tidur para pekerja hanya berukuran 6 x 6 meter dengan sirkulasi udara yang buruk. Sebagian besar dari mereka berpakaian kumal, menderita penyakit kulit, dan kelopak mata gelap.

Terungkapnya kasus ini berkat dua pekerja bernama Junedi dan Andi Gunawan yang berhasil kabur dan menumpang truk hingga ke Merak dan melaporkannya ke Polres Lampung Utara pada 28 April lalu. Dari laporan Polres Lampung Utara kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang lalu menggerebek pabrik tersebut. (didik)

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*