Genjot Investasi, Politisi PD Pimpin Komisi V DPR Kunjungi Wakatobi

DPR Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur DSC_0258

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR-RI Ir Mulyadi (webdpr)

Jakarta: Dianggap menarik sebagai tempat investasi, rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin langsung oleh Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR-RI Ir Mulyadi mengunjungi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini.

“Komisi V DPR-RI menilai Kabupaten Wakatobi menjadi destinasi (tempat tujuan) wisatawan dan peneliti dunia. Karena itu perlu dikembangkan lebih baik,” kata Mulyadi di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, kemarin.

Mulyadi memaparkan, saat ini Wakatobi memiliki infrastruktur yang perlu perhatian lebih besar. Karena itu pada saat mendarat di Bandara Matahora, Wakatobi, rombongan Komisi V DPR langsung menginventarisasi permasalahan

“Sejak November 2012 Bandara bisa didarati pesawat ATR 72-500, meski baru empat kali seminggu.  Sebelumnya Wakatobi harus ditempuh melalui transportasi laut. Kami berharap kelak Bandara Matahora makin berkembang  karena potensi Wakatobi sangat luar biasa. Dari 850 jenis terumbu karang di dunia, 750 jenis ada di Wakatobi. Begitupun spesies ikan berjumlah 900 lebih,” kata politisi asal Sumatera Barat ini.

Mulyadi menegaskan,  keindahan surga di bawah laut Wakatobi juga didatangi peneliti-peneliti dari Eropa, Amerika, Jepang, dan lainnya.  Mereka tertarik menyaksikan potensi luar biasa dari Wakatobi. Karenanya Komisi V DPR berharap pembangunan Infratruktur Wakatobi bisa diprioritaskan.

“Kabupaten Wakatobi memang baru berusia 7 tahun,tetapi semangat membangun yang diperlihatkan bupatinya luar biasa dan harus kita dukung sepenuhnya,” ujar Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, masyarakat dunia sangat terkesima dengan pesona Wakatobi. Bahkan di Pulau Tomia (salah satu pulau di Wakatobi) terdapat 70 resort untuk melayani turis mancanegara karena potensi Wakatobi luar biasa.

“Komisi V DPR akan mengusulkan agar Bandara Matahora Kab Waktobi dijadikan penunjang Bandara Sultan Hassanudin, Makasar, yang sudah padat,” katanya. (rilis/dik)

 

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*