Human Development Center: Pendidikan dan Kesehatan

firmanzah-3

Prof. Firmanzah, PhD (websitesetkab)

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan bahwa pembangunan Indonesia sangat fokus pada pembangunan manusia (Human Development Center). Hal ini tercermin pada kebijakan pembangunan yang bertujuan memberdayakan manusia Indonesia baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan. Membangun manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing dilakukan melalui peningkatan akses serta kualitas pendidikan maupun pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kedua sektor ini merupakan pilar utama pembangunan manusia di Indonesia.

Ini menjadi alasan mengapa UNESCO beberapa waktu lalu memberikan literacy award kepada Indonesia. Penghargaan ini diberikan  karena Indonesia dipandang berhasil dalam program pengentasan buta aksara. Acuan penilaian yang dilakukan UNESCO yakni pada capaian Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengurangi angka buta huruf melalui kegiatan membaca, pendekatan budaya, pelatihan-pelatihan, bahkan kewirausahaan (entrepreneurship).

Begitu juga UNDP yang di bulan Maret 2013 lalu menaikkan peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2012 di Indonesia. Peringkat ini menempatkan Indonesia ke dalam kelompok-menengah di bidang pembangunan manusia. Sepanjang 1980-2012, nilai IPM Indonesia meningkat dari 0.422 menjadi 0.629 dengan peningkatan rata-rata 1.3% per tahun. Harapan lama sekolah meningkat dari 8.3 tahun di 1980 menjadi 12.9 tahun pada tahun 2012. Artinya, anak usia sekolah di Indonesia memiliki harapan mengenyam bangku pendidikan selama 12,9 tahun atau mencapai tingkat pertama jenjang perguruan tinggi. Angka harapan ini jauh di atas nilai rata-rata harapan sekolah untuk negara dengan indeks Pertumbuhan Manusia-Menengah, yaitu 11.4 tahun.

Indikator pembangunan manusia bidang pendidikan sampai dengan 2012 telah menunjukkan perkembangan sesuai dengan arah pencapaian target RPJMN. Pencapaian dua indikator utama bidang pendidikan yakni; rata-rata lama sekolah Penduduk usia 15 tahun ke atas meningkat dari 7.72 tahun pada 2009 menjadi 7.92 tahun pada 2011, dan juga angka buta aksara pada penduduk usia 15 Tahun ke atas juga telah berhasil diturunkan dari 5.3% pada 2009 menjadi 4.43% pada 2011. Peningkatan layanan pendidikan yang berkualitas terus ditingkatkan melalui sejumlah program seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD/MI dan SMP/MTs, penyediaan bantuan Beasiswa Siswa Miskin (BSM), pembangunan unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), dan rehabilitasi ruang kelas SD/MI-SMP/MTs yang rusak.

Program BOS yang diberikan bagi seluruh siswa SD/MI dan SMP/MTs baik satuan pendidikan negeri maupun swasta, terus diperbaiki efektivitas penyalurannya. Pada tahun 2012 mekanisme penyaluran dengan transfer dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah kab/kota, kemudian disalurkan ke satuan pendidikan. Program BOS berhasil menyediakan layanan bagi 44,7 juta siswa jenjang pendidikan dasar. Sementara BSM pada tahun 2012, telah disalurkan untuk 10.097.370 siswa SD dan 2.780.000 siswa MI, serta 4.577.485 siswa SMP dan 2.280.000 siswa MTs.  Kemudian peningkatan kualitas guru juga terus didorong melalui melalui peningkatan kualifikasi pendidikan dan sertifikasi kompetensi sebagaimana diamanatkan UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Hingga tahun 2011, jumlah guru yang berkualifikasi S1/D4 atau lebih telah mencapai 58,0 % dan yang sudah tersertifikasi sebanyak 45,9 %. Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, pada tahun 2012 Pemerintah telah memberikan tunjangan profesi kepada 994.879 guru PNS dan non-PNS, tunjangan khusus kepada 53.954 guru PNS, tambahan penghasilan kepada 805.241 guru SD PNS, dan tunjangan fungsional kepada 259.577 guru.

Di bidang kesehatan, sejumlah capaian juga terus memperlihatkan perkembangan yang positif. Sepanjang periode 1991-2012, kinerja kesehatan masyarakat terus membaik yang antara lain ditandai dengan penurunan AKI (Angka Kematian Ibu)  dan AKB (Angka Kematian Bayi). AKI tahun 2007 sebesar 228 menurun dibandingkan AKI tahun 2003 yang mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup. Begitu pula AKB pada tahun 2012 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup menurun dibandingkan AKB tahun 2003 yang mencapai 35 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara itu Angka Harapan Hidup terus mengalami peningkatan, yaitu dari 69,4 tahun pada 2004 menjadi 70,9 tahun pada 2010.

Begitu pula dengan layanan dasar kesehatan seperti air minum dan sanitasi. Akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2007 akses penduduk terhadap air minum sebesar 48,3 persen naik menjadi 55,0 persen pada tahun 2011.  Sementara akses penduduk terhadap sanitasi juga mengalami peningkatan dari 44,2 persen pada 2007 menjadi 55,6 persen pada 2011.

Untuk menjaga kerentanan kesehatan ada kelompok miskin, Pemerintah melaksanakan  program pengobatan gratis bagi rakyat miskin di seluruh Indonesia sejak 2005 melalui program Jamkesmas.  Anggaran Jamkesmas meningkat dari Rp 6,3 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 7,55 triliun pada tahun 2012. Bagi masyarakat miskin yang tidak masuk dalam kuota Jamkesmas dapat diakomodasi melalui program Jamkesda yang dibiayai oleh Pemda. Selain itu beberapa kabupaten/kota dan provinsi bahkan telah menggratiskan biaya pengobatan untuk seluruh warga. Pemerintah juga telah melaksanakan Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ke seluruh Puskesmas. Penyaluran dana BOK dimaksudkan untuk meningkatkan upaya kesehatan promotif dan preventif. Anggaran BOK pada tahun 2010 berjumlah Rp 215,2 miliar untuk 17 provinsi meningkat menjadi Rp 904,5 miliar pada tahun 2011 untuk 8.967 Puskesmas di 33 provinsi.

Dengan sejumlah program pendidikan dan kesehatan di atas, kita optimis pembangunan manusia Indonesia akan memberikan dampak yang besar bagi proses pembangunan nasional. Kebijakan strategis dalam pembangunan manusia khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan merupakan modal utama serta mendasar untuk mewujudkan Indonesia yang berdaya saing. Peta peradaban dan kemajuan masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas manusia-manusia Indonesia yang kelak menakhodai pembangunan saat ini dan masa akan datang. (websitesetkab/dik)

Tinggalkan Pesan

Alamat Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kotak yang wajib diisi *

*
*