Hasil Survei Memicu Semangat Kader Partai Demokrat untuk Bekerja Keras

Benny K Harman

Benny K Harman (google)

Jakarta: Hasil survei Beberapa lembaga yang menyebutkan suara Partai Demokrat pada pemilu mendatang merosot, tidak membuat patah semangat para kader Partai Demokrat termasuk yang duduk sebagai anggota dewan.

“Justru adanya lembaga survei yang menyebutkan suara Partai Demokrat merosot,  dijadikan cambuk dan semangat untuk makin berkerja keras,” kata  Anggota Fraksi Partai Demokrat  DPR- RI  Benny K Harman kepada wartawan di Gedung Senayan, Jakarta, Senin (3/1/2014).

Sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Benny yang duduk di Komisi VI DPR-RI mengajak para elit partai melakukan koreksi ke dalam untuk merespons secara nyata hasil survei tersebut.

“Partai Demokrat  perlu pembenahan ke dalam untuk meningkatkan soliditas internal. Pembenahan partai harus terus dilakukan sebagai modal dasar untuk meraih kemenangan dalam Pileg tanggal 9 April nanti. Hasil survei harus dijadikan modal awal bagi setiap kader partai untuk kerja keras bertemu rakyat secara langsung guna menjelaskan capaian-capaian Pemerintahan Presiden SBY,” kata mantan Ketua Komisi III DPR-RI tersebut.

Benny menegaskan, capaian Pemerintahan Presiden SBY selama hampir sepuluh tahun harus dijadikan senjata utama untuk kembali meraih kemenangan pada Pileg 2014.

“Prestasi Pemerintahan Presiden SBY dalam berbagai bidang selama hampir 10 tahun adalah modal utama untuk kembali mendapat kepercayaan rakyat. Dan saya juga berkeyakinan bahwa program pro-rakyat yang dilaksanakan Pemerintahan Presiden SBY menumbuhkan kepercayaan rakyat yang besar kepada Partai Demokrat,” Benny meyakinkan.

Benny melihat hasil survei saat ini adalah stimulan (peningkat semangat dan kewaspadaan) bagi setiap kader Partai Demokrat untuk terus bekerja keras dan tidak lengah karena capaian prestasi Pemerintahan Presiden SBY selama ini.

“Dengan kerja keras ini, Partai Demokrat optimistis tampil sebagai partai pemenang,” Benny menegaskan.(rilis/dik)