Ambar Tjahyono, Seniman Jalanan yang Dekat dengan Masyarakat

AMBAR TJAHYONO_email

Anggota FPD DPR-RI Ambar Tjahyono SE MM (dok pri)

Jakarta: Ambar Tjahyono SE MM, dikenal juga dengan nama “Ambar Polah”, mengawali karier politiknya di Partai Demokrat pada tahun 2007. Latar belakang kehidupannya sebagai seorang pengusaha dan seniman jalanan membawanya semakin dekat dengan masyarakat kecil dan permasalahan sosial di dalamnya.

Dalam karyanya, pria yang lahir di Blora pada 12 Maret 1960 ini kerap menyuarakan tentang kebersamaan dalam keberagaman dan ketimpangan sosial yang marak terjadi. Hal-hal itulah yang menggugahnya terjun ke dalam dunia politik demi memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil yang seringkali terabaikan.

Partai Demokrat adalah satu-satunya partai yang mengusungnya masuk menjadi Anggota DPR RI periode 2009 hingga kini. Berawal dari kekagumannya kepada sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ambar meyakini bahwa visi Partai Demokrat juga sejalan dengan visinya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Sosok SBY di mata Ambar adalah sosok yang inspiratif dan mampu memberikan teladan kepadanya sebagai seorang wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Citra Partai Demokrat tidak bisa terlepas dari figur SBY yang santun, jujur dan mengayomi rakyat.

Terkait pesan Ketua Umum Partai Demokrat SBY kepadanya setelah terpilih untuk periode keduanya (2014-2019) di DPR-RI, Ambar Tjahyono mengatakan, SBY selalu mengingatkan  kepadanya mengenai etika politik Partai Demokrat yang bersih, cerdas, santun.  Ambar juga diingatkan agar mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan selalu menjalankan ideologi nasionalis-religius.

Ambar juga senantiasa pesan SBY bahwa untuk mencapai visi dan misi Partai Demokrat dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan kejujuran. Tidak ada hasil yang memuaskan tanpa perjuangan.

“Sebagai seorang kader Partai Demokrat dan seorang wakil rakyat adalah penting bagi saya untuk membuka telinga dan tangan saya lebar-lebar, mendengarkan aspirasi rakyat dan menjadi penyambung tangan semata-mata demi kemajuan daerah yang telah mempercayakan diri mereka untuk memilih saya,” ujar Ambar, mengaktualisasikan pesan SBY, dalam perannya sebagai wakil rakyat.

Ambar mengatakan, ia tak punya strategi dan kiat khusus sehingga bisa  memenangkan kursi di DPR-RI. Ia hanya menjalankan rutinitassaya sebagai “wakilnya rakyat”.

“Sering sowan atau melakukan pendekatan kepada masyarakat merupakan cara yang ampuh untuk mengenali setiap problematika yang terjadi di tengah masyarakat dan sekaligus menyerap aspirasi mereka. Dengan melakukan hal itu saya menjadi lebih mengerti apa yang masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) saya butuhkan. Seperti halnya kekurangan air di beberapa desa di daerah Gunung Kidul, pertumbuhan UKM yang melambat dan lain sebagainya. Hal-hal itulah yang memicu saya bekerja lebih keras untuk Dapil saya di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta,” Ambar memaparkan.

Ambar kemudian menjelaskan, program-program pro-rakyat yang digagas dan dilaksanakan Pemerintahan Presiden RI ke-6 Pak SBY, dalam 10 tahun terakhir sangat membantu masyarakat dalam pembangunan ekonomi desa. Tema kampanyenya pada waktu itu adalah ‘Ekonomi Harus Tumbuh dari Desa’. Tema ini dipilih Ambar agar pembangunan tidak  hanya berfokus pada pembangunan sentral area atau kota tetapi pembangunan desa.

“Saya mengajak dan memotivasi seluruh masyarakat desa di dapil saya untuk menjadi lebih maju dan kreatif dalam mengembangkan ekonomi di desa. Saya membekali mereka dengan pelatihan kewirausahaan. Hasilnya, masyarakat di dapil saya terlihat begitu antusias menyambutnya,” ujar Ambar.

Pengalaman paling berkesan bagi Ambar dalam memperjuangkan kesejahteraan dan aspirasi rakyat adalah sambutan positif dari masyarakat terhadap program-program pemerintah yang dibawanya.

“Masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi lalu pergi, namun kepedulian merekalah yang membantu saya merealisasikan program-program dari pemerintah. Tentu saja untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, masyarakat harus bahu-membahu dengan pemerintah dan menyadari pentingnya pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujar Ambar yang bercita-cita mewujudkan ekonomi desa mandiri.

Terkait perannya sebagai legislator pusat, Ambar menjelaskan, di bidang legislasi, ia akan terus berkontribusi dalam pembentukan kebijakan dan memantau perkembangan hingga keputusan yang akan diambil di Komisi VI (membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMM dam Standarisasi Nasional). Selain itu, pentingnya pengawasan realisasi anggaran dan program-program agar sesuai dengan penggunaannya dan tepat sasaran.

Di ujung pernyataan, Ambar berpesan pada kader agar mempunyai visi dan misi yang sama dengan Partai Demokrat dalam hal pencapaian bangsa yang damai, demokratis dan sejahtera.

“Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kader-kader Partai Demokrat militan, yang mau bekerja keras semata-mata demi kepentingan rakyat. Para kader Partai Demokrat juga harus dapat bekerjasama dengan baik dan mempunyai rasa solidaritas internal yang kuat. Karena dari solidaritas itulah tumbuh sebuah fondasi partai yang kokoh,” ujar Ambar memungkasi pernyataannya. (rilis/dik)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*