Ruhut Sitompul: SBY Santun, Tegas, dan Negarawan

Ruhut Sitompul_2_email

Anggota FPD DPR-RI Ruhut Sitompul (foto:omar)

Jakarta: Kekaguman kepada sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang santun berbicara, tegas bersikap, dan mempunyai jiwa kenegarawanan membuat Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR-RI Ruhut Sitompul bergabung ke partai berlambang bintang segitiga merah putih. Apalagi ideologi politik Partai Demokrat yang nasionalis-religius dan visi misinya pun selaras  dengan Ruhut Sitompul.

“Sejak bergabung dengan Partai Demokrat, saya berkomitmen tidak akan meninggalkannya,” Ruhut Sitompul mengungkapkan saat diwawancarai website demokrat di Gedung DPR/MPR-RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa.(17/02/2015)

Ruhut Sitompul yang telah dua periode (2014-2019 dan 2014-2019) menjadi Anggota FPD DPR-RI selalu mengingat pesan yang disampaikan SBY bahwa  berpolitik harus mengalir dan akan indah pada waktunya.

“Pak SBY juga mengintruksikan, apabila program pemerintahan saat ini pro-rakyat maka harus didukung, namun apabila tidak pro-rakyat maka kader Partai Demokrat harus mengkritisi secara santun dengan memberi solusinya,” Ruhut menjelaskan.

Ruhut menambahkan, SBY juga selalu mengintruksikan seluruh kader Partai Demokrat berbenah diri dan berusaha keras menyejahterakan rakyat. Para kader Partai Demokrat yang ada di DPR-RI pun diingatkan agar selalu berkomunikasi dengan konstituen dan menyerap aspirasi rakyat.

Mengenai kiat hingga bisa terpilih di Dapil Sumatera Utara I (meliputi Kab. Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai, Kota Medan, dan Kota Tebing Tinggi) Ruhut menyatakan, dirinya jauh sebelum Pileg 2014 sudah melakukan blusukan (turun ke lapangan) dan berkomunikasi secara langsung di dapilnya.

“Selain itu, setiap turun ke masyarakat, saya selalu menjelaskan program pro-rakyat Presiden RI ke-6  SBY karena manfaat program-program itu sudah banyak dirasakan rakyat. Karenanya, program pro-rakyat yang sudah bagus tersebut harus dilanjutkan di masa pemerintahan sekarang ini,” Ruhut menekankan pernyataannya.

Terkait kongres PD 2015, Ruhut menyimpulkan, para kader harus menganut asas musyawarah untuk mufakat. Aklamasi adalah bagian dari demokrasi.

“Pak SBY, sebagai penggagas dan pendiri Partai Demokrat, masih sangat dibutuhkan  untuk menjadi Ketua Umum kembali untuk periode 2015-2020, agar PD dapat berjaya kembali di Pemilu 2019,” ujar Ruhut di akhir pembicaraan. (iwan/dik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*