Saan Mustopa: Cita-cita Politik Pak SBY Sejalan dengan Reformasi

Saan-Mustopa_ok_email

Anggota FPD DPR-RI Saan Mustopa MSi (foto: kardi)

 Jakarta: Saan Mustopa MSi adalah Anggota Fraksi Partai Demokrat  DPR-RI yang telah dua kali terpilih sebagai wakil rakyat (periode 2009-2014 dan 2014-2019). Saan mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII (meliputi dari Dapil Jawa Barat VII (Kab. Bekasi, Kab. Karawang, dan Kab. Purwakarta) .

Sejarah bergabungnya  Saan Mustopa ke Partai Demokrat dimulai pada waktu Pemilu Legislatif disusul Pemilu Presiden-Wapres di tahun 2004. Saat itu Saan Mustopa mendirikan relawan politik untuk mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) sebagai Presiden-Wapres RI. Deklarasi Relawan yang  dilakukan 20 Mei 2004 langsung dihadiri SBY.

“Saya membuat relawan politik perubahan mendukung SBY-JK karena gagasan, ide, dan cita-cita politik Pak SBY pada waktu itu sejalan dengan reformasi yang kita tetapkan,” ujar Saan Mustopa kepada website demokrat, Selasa (17/2).

Setelah Pemilu Legislatif 2004, Saan Mustopa memutuskan bergabung ke Partai Demokrat karena memiliki kesamaan pandang dengan SBY tentang platform partai berideologi nasionalis religius tersebut. Saan berpandangan figur SBY sangat konsen terhadap demokrasi dan salah satu yang menentukan reformasi TNI. SBY juga konsen terhadap demokrasi. Sisi menarik lainnya SBY diterima di kalangan masyarakat luas.

Saan Mustopa juga ikut berkampanye untuk pemenangan SBY di Banten, Jawa Barat, bahkan sampai ke Semarang (Jateng) di Pemilu Presiden putaran pertama dan kedua.

Usai Kongres I Partai Demokrat di Bali, tahun 2005, Saan Mustopa masuk kepengurusan sebagai salah satu Ketua Departemen Partisipasi Pendidikan dan Pembinaan Politik Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD).

Ketika Partai Demokrat sedang “naik daun” karena ketokohan keberhasilan pemerintahan SBY di 2009,  Saan berhasil masuk ke DPR-RI. Lima tahunj kemudian (2014), ketika elektabilitas Partai Demokrat turun tajam karena badai serangan dari berbagai media massa konvensional maupun sosial, Saan tetap terpilih sebagai anggota DPR RI.

Ditanya tentang kiatnya bisa terpilih menjadi wakil rakyat, Saan menegaskan, sebagai Anggota DPR-RI, ia terus menjaga dan merawat kedekatan dengan konsituen. Ia  berusaha mengabdikan diri terhadap masyarakat yang ia wakili, Ia juga membuat berbagai program serta mengawal program pro-rakyat hingga rakyat merasakan manfaatnya. Kerja keras itulah yang menyebabkan  Saan berhasil mendapatkan kepercayaan rakyat.

Karenanya  Saan mengajak para kader yang duduk di eksekutif maupun legislatif, baik pusat maupun daerah, sama-sama menyadari bahwa posisi para kader yang duduk di eksekutif maupun legislatif adalah “etalase” partai.

“Kalau anggota DPR-nya baik tentu akan berimbas kepada partai. Citra partai akan lebih baik. Maka saya mengajak para kader Partai Demokrat yang sedang menduduki jabatan, baik di legislatif maupun eksekutif, menjaga tingkah laku dan bertanggungjawab terhadap posisi dan jabatannya dengan cara menggunakan untuk kepentingan masyarakat,” Saan menyampaikan.

Saan juga meminta para kader Partai Demokrat terus bekerja-keras dan memiliki semangat pendirian dan keteguhan untuk terus memperjuangkan kader-kader di wilayahnya masing-masing. Hal itu  dilakukan agar Partai Demokrat menjadi kuat.

“Kuncinya adalah kerja keras untuk meyakinkan masyarakat, supaya Partai Demokrat  bisa bangkit kembali di Pemilu 2019. Para kader harus menjaga integritas dan kredibilitas dan, sekali lagi,  bekerja keras untuk Partai Demokrat,” ujar Saan seraya menegaskan tahun 2015 ini adalah tahun kebangkitan Partai Demokrat untuk bersiap-siap menyongsong kembalinya kejayaan di tahun 2019. (kardi/didik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*