Syofwatillah Mohzaib Bergabung ke PD karena Ingin Menangkan SBY

Syofwatillah Mozaib_email

Anggota FPD DPR-RI Syofwatillah Mohzaib SSos I (foto:kardi)

 Jakarta: Syofwatillah Mohzaib SSos I menceritakan, awal ia bergabung tahun 2004 dengan Partai Demokrat karena ingin memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menjadi Presiden RI.

“Karena tekad itu, saya mengadakan berbagai kegiatan sosial  untuk mempublikasikan figur SBY agar lebih dikenal oleh masyarakat,” demikian  dikatakan Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Syofwatillah Mohzaib,  yang akrab disapa Opat, kepada website demokrat di ruang kerjanya, Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/02/2015).

Anggota DPR-RI dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) melanjutkan, pada tahun 2004, ia diminta mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Palembang.

“Hampir seluruh penduduk di Kota Palembang saya bikinkan kalender yang mencantumkan nama saya dan mencantumkan nama SBY,” ujar Opat yang kemudian terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Palembang.

Setelah itu, pada tahun 2009, Opat mencalonkan diri sebagai Anggota DPR-RI. Dengan kekuatan  SBY sebagai ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga membesarkan Partai Demokrat melalui kinerja di pemerintahan sebagai presiden, maka  Opat terpilih menjadi anggota DPR RI

Terkait keterpilihannya di Dapil Sumatera Selatan I (meliputi Kab. Banyuasin, Kab. Musi Banyu Asin, Kab. Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, dan Kota Palembang), Opat menyatakan, sebenarnya politik itu pekerja sosial.

“Orang terpilih jadi DPR itu karena dipilih rakyat. Kalau sudah dekat dengan rakyat ya tetap terpilih. Apa lagi tahun 2009-2014, pemilihan dilakukan secara langsung. Saya sejak dulu sudah terbiasa kerja sosial. Saya berdakwah, mendirikan pesantren gratis untuk anak yatim  dan fakir miskin di kampung. Saya tidak mengenal politik pada waktu itu, tetapi pepatah Arab mengatakan “man jadda wajada” artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Jika kita percaya dengan kekuasaan Allah SWT, apa pun yang kita pinta akan dikabulkan Allah. Intinya kita berikhtiar dan berdoa, tapi yang penting ‘Iyyakana’budu wa iyya kanasta’in’, hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan minta pertolongan.  Kita berbuat dulu pada Allah SWT, baru kita minta pada Allah,” ujar Anggota Komisi VIII DPR-RI tersebut.

Opat menegaskan, hal terpenting bagi seorang kader, niatnya untuk masuk Partai Demokrat untuk apa. Opat mengingatkan sabda Rasulullah Muhammad SAW bahwa sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

“itulah prinsip hidup saya,” Opat menegaskan.

 

Di akhir perbincangan, Opat mengajak para kader Partai Demokrat agar bercita-cita menjadi kader yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Kalau sudah diniatkan seperti itu, otomatis dengan sendirinya akan ditugaskan sesuai kemampuan. Jadi kita semua harus mengukur kemampuan atau kekuatan diri sendiri. Jangan kita paksakan. Lakukan semuanya dengan penuh ikhtiar pada Allah SWT,” Opat mengakhiri wawancara tersebut. (kardi/wan/dik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*