Emosi Bukan Solusi

Sepeda dinas yang digunakan SB Yudhoyono sewaktu menjadi Komandan Divisi Korps Taruna di Paviliun 5. Sepeda tersebut kini berada di Museum Paviliun 5 Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. (foto: akunfacebook sbyudhoyono)

Sepeda dinas yang digunakan SB Yudhoyono sewaktu menjadi Komandan Divisi Korps Taruna di Paviliun 5. Sepeda tersebut kini berada di Museum Paviliun 5 Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. (foto: akunfacebook sbyudhoyono)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa selama dua periode (2004-2009  dan 2009-2014) masa kepemimpinannya sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono selalu mengutamakan dialog dan diplomasi dalam setiap kebijakannya. Jargon “Millions Friends Zero Enemy” sudah sangat melekat pada pribadi SB Yudhoyono. Ternyata, gaya khas kepemimpinan ini tidak muncul begitu saja, melainkan sudah tumbuh dan berkembang sejak dulu.

Kala itu di tahun 1972, seiring turunnya malam, ketegangan merayap di AKABRI bagian Umum dan Darat. Batalyon Taruna Tempur dan Non-tempur saling bersiap-siap untuk bentrok fisik. Gara-garanya Taruna Tempur mengolok-olok Taruna Non-tempur di depan junior Non-tempur. Taruna Non-tempur merasa dipermalukan. Begitu tahu akan hal ini, Komandan Divisi Korps Taruna Sermatutar Susilo Bambang Yudhoyono langsung meninggalkan Paviliun 5. Ia mengayuh sepeda dinasnya mendatangi markas Batalyon Taruna Tempur dan Non-tempur yang sedang marah.

Dengan tenang, SB Yudhoyono mendengarkan berbagai unek-unek teman-temannya di Batalyon Taruna Non-tempur terhadap sikap Taruna Tempur. Wibawa, kharisma, kepemimpinan dan tutur kata Sermatutar SB Yudhoyono yang bijak akhirnya mampu melumerkan emosi teman-temannya. SB Yudhoyono pun mengajak kedua Batalyon untuk saling mengoreksi dan menghargai sesama rekannya. (akunfacebook sbyudhoyono/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*