DPD-PD Kepulauan Riau: Masyarakat Merasakan, Zaman Sebelum dan Sesudah SBY

Apri-Sujadi_Ketua DPD Kepri_mcpd

Ketua DPD Kepri Apri-Sujadi (mcpd)

Jakarta: Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau Afri Sujadi memastikan Susilo Bambang Yudhoyono akan mendapat dukungan dari DPD dan DPC sebagai ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Surabaya 11-13 Mei 2015.

“Kader DPD dan DPC seluruh wilayah, terutama di Sumatra dan Jawa, menginginkan sosok SBY lanjutkan pimpin Demokrat. SBY sosok pemersatu, kebutuhan sekaligus jawaban target politik 2019,” ungkap Afri Sujadi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/3).

Menurut Afri, dukungan terhadap SBY untuk memimpin Demokrat merupakan amanat Rapat Pimpinan (Rapim) di Batam, yang digelar akhir Februari 2015. Harapan tersebut merupakan bentuk keinginan arus bawah seluruh elemen Partai Demokrat.

“Ini merupakan permintaan secara luas dan amanat Rapim yang dihadiri sekitar 140 pimpinan DPD dan DPC secara nasional,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut Afri, kong-res Partai Demokrat yang direncanakan pada 11-13 Mei nanti bisa langsung menetapkan SBY sebagai ketua umum secara aklamasi. Hal tersebut, juga dinilai bukan sebagai penolakan calon ketua umum lainnya.

“Kami bukan tidak menghargai calon lain, tetapi kalau memang mayoritas kehendak DPD dan DPC, lebih baik dipilih aklamasi, karena kalau 50 persen lebih sudah mendukung, mengapa harus pemilihan, berhemat waktu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Afri Sujadi menuturkan, Partai Demokrat tidak ingin terpecah belah seperti kondisi beberapa partai lainnya. Dengan SBY, tegas Afri, optimisme para kader seluruh wilayah mampu menjaga soliditas. Demokrat juga tidak mau dimanfaatkan oleh berbagai pihak, sehingga terkoyak-koyak.

Afri juga optimistis pesta demokrasi 2019 Partai Demokrat mampu merebut simpati rakyat. Hal ini bisa dilihat rekam jejak kepemimpinan SBY selama dua periode, berjalan damai dan menuntaskan target-target pembangunan yang direncanakan.

“Masyarakat saya pikir bisa merasakan, zaman sebelum dan sesudah SBY, mana yang lebih baik,” tuturnya.

Ketua DPD Demokrat Kepri periode 2011-2016 ini menambahkan, peraihan suara pada 2019 nanti bisa kembali lagi  20 persen, dari pencapaian sekarang yang menurun sekitar 10 persen. Penurunan ini juga karena isu yang menimpa kader Demokrat terkait korupsi.

“Justru Pak SBY itu tidak segan-segan menegakkan aturan terkait korupsi, kendatipun menimpa kadernya sendiri. Ini sekaligus bukti SBY konsisten dalam pemberantasan korupsi,” tegas-nya. (REPUBLIKA.CO.ID/dit/wan/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*