Penjelasan SBY tentang Pembatalan Kunjungan ke Perth

Perth_CBD_from_Mill_Point_(2)

Perth, Australia (wiki)

Jakarta: Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk membatalkan kunjungan ke Perth akhir April 2015. Berikut penjelasan SBY yang dimuat di akun twitter @SBYudhoyono dan akun facebook/SBYudhoyono,  Rabu, 29 April 2015:

Jika para “followers” mengikuti media massa Australia tentang pembatalan saya berkunjung ke Perth minggu ini adalah benar adanya. *SBY*

Rencananya, saya akan ke Perth sebagai “visiting professor” di University of Western Australia dan “senior fellow” di US-Asia Centre.

Dalam 5 hari kunjungan, saya juga dijadwalkan untuk berikan Pidato Kunci di International Forum “In the Zone” tentang kerjasama Asia Pasifik.

Namun, situasi politik, sosial dan “keamanan” tidak kondusif untuk kunjungan saya, berkaitan dengan protes keras Australia terhadap Indonesia.

Masyarakat Australia amat emosional dan lakukan unjuk rasa di sejumlah kota, terkait eksekusi terpidana mati warga negaranya.

Tuan rumah dan kedutaan Indonesia mengindikasikan selama berada di Perth akan terjadi hal-hal yang bisa mengganggu.

Setelah berkonsultasi dengan Duta Besar RI untuk Australia dan pejabat utama di Jakarta, saya putuskan untuk membatalkan kunjungan saya.

Ketika menghadapi protes dan gempuran pertanyaan pers, tidak mungkin saya berseberangan dengan negara, pemerintah dan Presiden kita.

Memang saya tak selalu setuju dengan cara-cara pemerintah menangani (handling) hubungan internasional, tetapi kita punya kedaulatan.

Sebagaimana Indonesia menghormati kedaulatan negara lain, negara lain juga mesti menghormati kedaulatan dan sistem hukum kita.

Selama 10 tahun pimpin Indonesia, saya berupaya keras untuk tingkatkan persahabatan dan kerjasama, sambil atasi masalah yang ada.

Hasilnya nyata. Australia dukung penuh kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, termasuk Papua. Kerjasama saling menguntungkan meningkat.

Memang, sekali-kali ada isu yang mengganggu hubungan bilateral kita, tetapi akhirnya dapat kita atasi dan carikan solusinya.

Tadinya saya berharap selama berada di Australia bisa mendiskusikan bagaimana hubungan yang terganggu saat ini bisa dipulihkan.

Tanpa diminta, mungkin saya bisa bantu pemerintah agar hubungan baik kita tetap terjaga, termasuk “people-to-people relation”.

Namun, situasinya belum kondusif untuk itu. Daripada kontra produktif, saya putuskan untuk menunda kunjungan saya ke Australia. (diambil dari Akun twitter @SBYudhoyono dan akun Facebook/SBYudhoyono/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*