Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Berbakti bagi Negeri

10375133_816744328348148_5698472372313126897_n (1)

Didik Mukrianto SH (foto: facebook/DidikMukrianto)

Oleh: Didik Mukrianto SH*)

 

1)Salam #AdityaKaryaMahatvaYodha

Salam #PemudaIndonesia

Sahabat-sahabat Karang Taruna se-Indonesia dan seluruh pemuda Indonesia.

Hari ini adalah momen yang sangat berharga.

Hari ini adalah waktu yang sangat tepat bagi kita semua, pemuda Indonesia, agar tetap meneguhkan komitmen dan konsistensi pemuda untuk terus berbakti bagi negeri dan berkarya pada bangsa.

Komitmen dan konsistensi pemuda untuk terus bergerak dengan penuh dedikasi dan integritas dalam menghalau setiap persoalan yang mendera bangsa, dalam setiap gerak serta langkah untuk terus mewujudkan cita-cita dan perjuangan para pemuda sebagai Founding Fathers Bangsa Indonesia.

Tentu kita tidak akan pernah lupa, sejarah sudah membuktikan bagaimana komitmen dan konsistensi pergerakan serta perjuangan pemuda tidak akan lekang oleh waktu, tidak pernah hanyut oleh kepentingan yang pragmatis, tidak akan pernah tergerus oleh globalisasi.

Pergerakan Pemuda Indonesia tahun 1908 yang diinisiasi oleh gerakan Boedi Oetomo menjadi cikal bakal yang sangat monumental bagi pemuda dan bangsa Indonesia dalam tekad dan semangat menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Kemudian, tepatnya pada 28 Oktober 1928, seluruh pemuda Indonesia, dengan keberagaman suku, bahasa, budaya dan agama menguatkan tekad dan komitmen untuk bersatu padu sebagai bangsa Indonesia dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia.

Pergerakan pemuda tidak pernah surut dalam menuju kemerdekaan. Pada kurun waktu 1945, pemuda Indonesia semakin masif gerak langkah dan perjuangannya. Pada akhirnya, dua pemuda Indonesia kala itu, Soekarno-Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia berkat perjuangan dan peran para tokoh pemuda lainnya.

Pergerakan pemuda pasca-kemerdekaan Indonesia tidak pernah berhenti. Pada tahun 1966, pemuda yang dimotori oleh mahasiswa, pelajar dan unsur kepemudaan lainnya terus bergerak untuk memperjuangkan apa yang menjadi tujuan para pendiri bangsa.

Demikian juga pada tahun 1998, demi mewujudkan apa yang menjadi tujuan kemerdekaan dan tatanan hidup berbangsa dan bernegara yang lebih baik; demi terwujudnya kesejahteraan rakyat, para pemuda dan mahasiswa berhasil melahirkan reformasi yang sangat penting bagi bangsa ini.

Berdasar hal tersebut, pada kesempatan kali ini, saya sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, mengajak kita semua, pemuda Indonesia, untuk tetap tegak lurus menguatkan komitmen dan konsistensi pemuda dalam perannya sebagai:

1. Moral Force; sebagai kekuatan moral sudah barang tentu pemuda harus hadir dan mampu menumbuhkembangkan aspek etis dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan. Pemuda harus memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental spiritual. Untuk itu, pemuda harus terus bergerak dan konsisten berperang melawan bahaya narkoba, masuknya Ideologi radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan terus menjadi penegak serta pengawal moral dan karakter bangsa. Itulah  beberapa hal yang harus menjadi agenda utama dan tidak boleh diabaikan para pemuda

2. Social Control. Pemuda harus mampu berperan untuk melakukan kontrol sosial dengan menguatkan wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab; hak; dan kewajiban sebagai warga negara, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik. Peka dan peduli terhadap persoalan sosial yang mendera kaum muda dan bangsa Indonesia. Untuk itu pemuda harus tetap berkomitmen dan konsisten untuk berperang melawan pengangguran, kemiskinan dan persoalan sosial bangsa Indonesia. Sebagai kontrol sosial, pemuda juga harus sigap dan hadir membantu saudara-saudara kita yang saat ini sangat menderita karena dampak asap.

3. Agent of Change. Dalam peran sebagai agen perubahan, pemuda harus konsisten untuk meneruskan dan meneguhkan komitmen dan konsistensi gerakan kepemudaan yang sudah dirintis sejak 1908: terus menjadi pemuda pelopor, pemimpin yang handal dan kuat dalam melakukan terobosan dan mendobrak setiap kebuntuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, memperkuat persatuan dan kesatuan, dan memperkuat #kesetiakawanansosial di antara pemuda dan bangsa Indonesia. Pemuda harus mampu menjadi pelopor kemandirian bangsa ini dalam ekonomi dan kesempatan berusaha, serta menghadirkan kepedulian dan jalan keluar bagi kemiskinan. Pemuda harus mampu menghadirkan prestasi yang membanggakan untuk negeri ini.

Bahaya dan ancaman terhadap bangsa ini semakin nyata. Bukan saja ancaman yang berbasis konvensional seperti ancaman invasi militer negara lain, bahaya operasi militer non-perang menjadi sangat terbuka seperti :

1. Persoalan pengangguran;

2. Persoalan kemiskinan;

3. Bahaya narkoba;

4. Bahaya ideologi radikal;

5. Bahaya ilmu dan teknologi yang tidak dimanfaatkan secara arif dan bijaksana;

6. Bahaya kerusakan moral dan karakter bangsa;

7. Bahaya kerusakan sumber daya alam dan lingkungan;

 

Akankah pemuda hanya berdiam diri?

Haruskah pemuda hanya berpangku tangan menyaksikan kehancuran bangsa ini?

Saya yakin, jawabannya: Tidak!

Pemuda tidak akan pernah berhenti untuk bergerak dengan nurani;

Pemuda tidak akan pernah berhenti untuk mempertahankan negeri ini;

Pemuda akan terus bergerak melawan kebatilan;

Pemuda akan terus berjuang melawan penindasan;

Pemuda akan hadir dengan kepekaannya;

Pemuda akan hadir dengan kepeduliannya;

Pemuda akan hadir dengan kerja nyatanya;

Pemuda akan hadir bersama komitmennya;

Pemuda akan hadir bersama solusinya…

Selama matahari masih bersinar;

Selama bumi masih dihuni manusia;

Selama itu pula, komitmen dan konsistensi pemuda untuk terus berperang melawan kebatilan, berperang melawan pengangguran, berperang melawan kemiskinan, berperang melawan narkoba, berperang melawan ideologi radikal dan persoalan sosial lainnya.

Dan selama itu pula pemuda akan terus menjaga tetap kokoh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Tumpah darah kami;

Tanah air kami;

Bangsa kami;

Bahasa persatuan kami…

Indonesia

Salam #KesetiakawananSosial

Salam #PemudaIndonesia ***

*) Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna yang juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR-RI

1)Aditya Karya Mahatva Yodha secara keseluruhan berarti pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan, dan terampil

(dik)