Dalam Kepemimpinan SBY, RI Selamat dari Krisis

ffd03d41-2a88-4a95-96ca-9940a1693b0b_169

Presiden RI ke-6 (2004-2014) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani beserta jajarannya. (foto: detik.com)

Jakarta: Presiden RI ke-6 (2004-2014) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir dalam seminar ekonomi bertajuk Indonesian Economic Vision in the Future, yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Hadir pula Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, mantan Ketua Umum Kadin, yang juga mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta para anggota dan sesepuh Kadin.

Dalam presentasinya, pria yang akrab disapa SBY ini bercerita upayanya saat menjabat sebagai presiden menjaga Indonesia selamat dari krisis ekonomi 2008-2009.

“Kalau kita elaborasi lagi mengapa kita selamat dalam krisis 2008-2009, antisipasi dan langkah-langkah kita tidak terlambat,” ujar SBY di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (3/3/2016).

SBY mengatakan, dirinya siang dan malam sering bertemu Jusuf Kalla (JK) yang saat itu menjabat Wakil Presiden, pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta, mencari solusi untuk menekan dampak krisis sehingga ekonomi Indonesia tetap tumbuh.

“Kita duduk bersama dan berhari-hari, banyak tidak diliput oleh televisi karena tujuan kita adalah cari solusinya, ada understanding. Akhirnya, bisa kita cegah agar tidak jatuh ke dalam krisis lagi. Policy response and action kita dulu tepat,” kata SBY.

Upaya menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh dalam kondisi krisis ekonomi akhirnya membuahkan hasil. Dalam kondisi krisis, ekonomi Indonesia tetap tumbuh meski hanya 4,5%.

Namun selanjutnya, laju pertumbuhan ekonomi meningkat hingga pernah mencapai 6,5%.

“Kalau yang lain minus, nol koma, serendah-rendahnya kita 1 tahun saja dulu pernah 4,5%. Tapi selebihnya pernah 6,5%. Sehingga average (rata-rata) selama 10 tahun di tengah krisis ekonomi global, kita masih bisa bertahan di angka sekitar 6,5%. Kenyataannya, dalam krisis 2008-2009 we were able to  minimizing the impact of the crisis (kita mampu meminimalkan dampak dari krisis),” SBY mengingatkan.

(detik.com/wan/dik)