FPD MPR-RI Ingatkan Pemerintah soal Lonjakan Harga Daging

Guntur-Onny

Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR-RI Guntur Sasono dalam seminar bertema “Melalui Krida Pertanian Tingkatkan Sosialisasi Kebangsaan dan Penganekaragaman Pangan” di Jakarta, Kamis (23/6). (foto: istimewa)

Jakarta: Saat ini, harga bahan pokok, pangan, serta daging sapi di bulan suci Ramadan dan jelang Lebaran Idulfitri 1437 Hijriah masih belum stabil dan masih melonjak tinggi. Hal tersebut menjadi perhatian serius para politisi Partai Demokrat di Senayan, Jakarta.

Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR-RI Guntur Sasono berharap pemerintah terus berupaya menstabilkan serta memperhatikan harga bahan pokok, terutama kebutuhan masyarakat mengenai daging sapi yang masih meningkat tinggi.

Terkait hal itu FPD MPR menggelar seminar bertema “Melalui Krida Pertanian Tingkatkan Sosialisasi Kebangsaan dan Penganekaragaman Pangan”. Seminar ini diharapkan  menjadi masukan bagi pemerintah betapa pentingnya memperhatikan masyarakat perihal kebutuhan pokok dan pangan.

“Semangat wanita tani untuk kedaulatan pangan perlu kita dukung, sehingga pemerintah harus terus berupaya bagaimana caranya memberikan harga-harga murah untuk kebutuhan pokok, terutuma bagi masyarakat yang mengkonsumsi daging,” ujar Guntur saat membuka kegiatan seminar di Jakarta, Kamis (23/6).

Pemerintah harus menstabilkan harga bahan pokok agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjadi keresahan.

“Harga daging yang murah pasti bisa dirasakan bersama-sama,” kata anggota Komisi IV DPR-RI ini.

Seminar MPR

Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR-RI Guntur Sasono (dua dari kanan), Mantan Ketua FPD MPR (2012-2014) M Jafar Hafsah (kedua dari kiri), dan Ketua Komisi IV DPR-RI, dari FPD, Herman Khaeron (paling kiri) dalam seminar bertema “Melalui Krida Pertanian Tingkatkan Sosialisasi Kebangsaan dan Penganekaragaman Pangan” di Jakarta, Kamis (23/6). (foto: istimewa)

Di tempat yang sama Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, dari FPD DPR-RI, Herman Khaeron saat menjadi pembicara terus mendorong kepada pemerintah agar mencari solusi sehingga harga daging bisa murah. Tidak hanya saat operasi pasar atau pasar murah, namun dilakukan di pasar-pasar tradisonal.

Salah satu contoh, ujar politisi asal Cirebon ini, ketika dirinya memantau harga di beberapa pasar di Jawa Barat ternyata harga daging sapi di pasaran masih berkisar Rp120 hingga Rp130 ribu.

“Tentunya menjadi kekhawatiran masyarakat. Bagaimana jelang lebaran nanti? Bisa jadi harga makin tinggi. Ternyata, impor daging dampaknya tidak terlalu besar untuk membantu meringankan daya beli masyarakat,” Herman menegaskan.

Herman mengingatkan pemerintah agar siklus kenaikan harga pangan saat Ramadan dan Idulfitri 1437 Hijriah tidak terlalu tinggi. Diharapkan kenaikan harga masih dapat terjangkau daya beli masyarakat.

“Jangan terlalu tinggi atau melebihi 20 persen, sehingga tidak membebani masyarakat. Komoditas beras sebagai bahan pangan pokok harus tersedia dengan cukup dan mudah diperoleh,” ujar Herman Khaeron.

Ditambahkan Herman, tak hanya daging sapi dan beras, komoditas lainnya juga perlu diperhatikan pemerintah agar tidak naik signifikan. Sehingga masyarakat tidak diresahkan. Cara yang dilakukan, antara lain, perlu mengamankan pola distribusi sehingga benar-benar dapat tersalurkan ke berbagai daerah dengan baik dan tepat.

(rilis/didik)