Serap Aspirasi di Kupang, Ibas Belajar Bertenun

IMG_3481_zpsz4gbmmvf

Anggota Komisi X DPR-RI, yang juga Ketua FPD DPR-RI, Edhie Baskoro Yudhoyono belajar bertenun saat mengunjungi “Rumah Produksi Tenun Daerah NTT dan Aneka Kerajinan lainnya”di Kupang, NTT, Selasa (2/8/2016). (foto: ebyteam)

Kupang, NTT: Anggota Komisi X DPR-RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama rombongan memanfaatkan kunjungan kerja (kunker) di akhir masa V tahun 2015-2016 Komisi X DPR dengan mengunjungi “Rumah Produksi Tenun Daerah NTT dan Aneka Kerajinan lainnya”. Kunjungan itu dilakukan  untuk menyerap aspirasi.  Momen berharga ini pun dimanfaatkan Ibas, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI, untuk belajar bertenun.

Awalnya, Ibas hanya meninjau proses pembutaan tenun sambil bertanya-tanya dengan para perajin tenun. Karena penasaran, ia ingin mencoba pekerjaan yang memerlukan kesabaran itu.

“Boleh juga dicoba seperti apa rasanya? Ini salah satu pekerjaan yang cukup tua yang sudah lama ditinggalkan anak muda kita saat ini,” kata Ibas sembari bersiap-siap memasuki alat tenun yang sudah mulai dilepas oleh tukang tenun itu, di Kupang, NTT, Selasa (02/08/2016).

Menariknya, tanpa canggung, dalam proses belajar bertenun itu, Ibas bertanya pada perajin bagaimana cara bertenun agar menghasilkan karya yang baik.

“Bagaimana ini, saya harus bagimana supaya hasilnya bagus. Kaki tidak bekerja, hanya selonjoran saja. Tangan yang banyak bekerja ya?” Ibas bertanya, saat jari tangannya sudah mulai bertenun sesuai dengan petunjuk ‘mentornya’.

Ibas terlihat tak canggung memainkan jari tangannya. Memegang benang per benang dan memasukannya di sela-sela benang lainnya seperti arahan mentornya.

“Seru juga ya, sempat keluar keringat juga,” ujar Ibas usai keluar dari alat tenun yang ada di depannya.

Sebelumnya, rombongan Komisi X DPR-RI mengagendakan kunjungannya ke SD Inpres Bakunase, SD Nefosaka Futukou dan SMA 12 Kupang, serta melakukan pertemuan dengan civitas akademika Universitas Nusa Cendana Kupang.

Menanggapi kunjungan ke lembaga pendidikan di NTT, Ibas mengaku mendapatkan masukan dalam upaya mengawal dunia pendidikan semakin berkualitas.

“Kami kembali mendapatkan amanah untuk semakin berjuang melalui pembangunan pendidikan. Kita secara langsung melihat suasana dan karakteristik anak Indonesia yang dikenal kreatif, pintar dan memiliki kemauan serta semangat yang kuat untuk belajar,”  ujar Ibas, Senin (1/8/2016).

Ibas yang juga didampingi anggota FPD  DPR RI asal NTT, Jefri Riwu Kore ini menyampaikan pesan agar para guru dan seluruh tenaga pengajar di Kupang ini terus meningkatkan ilmu dan berinovasi dalam mengajar agar anak-anak didik semakin termotivasi dalam meraih prestasi.

“Sarana belajar melalui cara-cara yang kreatif dan intuitif justru dapat menciptakan suasana belajar anak yang inovatif. Guru pun harus mampu ciptakan suasana belajar yang asyik, bervariatif, seru dan menyenangkan bagi anak didik,” Ketua Fraksi PD DPR-RI ini menambahkan.

Lebih lanjut, Ibas menyampaikan bahwa agenda peninjauan dan serap aspirasi rombongan Komisi X DPR-RI di NTT untuk memberi masukan kepada pemerintah dalam membangun dunia pendidikan khususnya di daerah.

“Biarlah kami di pusat terus mengawal kelangsungan pendidikan di Indonesia yang semakin meningkat baik dari aspek kesejahteraan guru, perbaikan fasilitas sarana dan prasarana belajar, peningkatan kualitas kurikulum dan seluruh aspek yang terkait dalam konteks membangun pendidikan Indonesia,” ujar Ibas yang juga kerap melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Dapil VII Jawa Timur.

Kunjungan ke NTT itu dipimpin Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya dan Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra. Selain itu hadir pula anggota Komisi X Asry Narang, Sofyan Tan, Junico Siahaan, Wayan Koster, Popong Otje Sjundjunan, Ridwan Hisyam, Noor Achmad, Jamal Mirdad, Dwita Ria Gunadi, Ida Bagus Putu Sukarta, Sri Meliyana, Jefirston Riwu Kore, Rinto Subekti, Lathifah Shohib dan Reni Marlinawati.

(ebyteam/dik)