Muscab, Bermusyawarah untuk Mufakat

Ketua BPOKK DPP-PD Pramono Edhie Wibowo didampingi Ketua DPD PD Jatim Soekarwo dan Sekretaris DPD PD Jatim Renville Antoni, Anggota FPD DPR-RI Didik Mukhrianto; Fandi Utomo; Azam Azman Natawijaya; Nurhayati Ali Assegaf memukul gong sebagai pertanda dimulainya muscab serentak 11 DPC-PD se-Jawa Timur di Asrama Pondok Haji Surabaya, Sabtu (4/3/2017).(Foto: MCPD/Iwan)

Surabaya, Jatim: “Musda ataupun muscab sama-sama harus dimusyawarahkan untuk mendapat kemufakatan. Tujuan kita berorganisasi adalah untuk mendapatkan kebaikan. Kalau kita bermusyawarah, tidak akan ada orang yang tersakiti. Kalau hanya untuk menang dan kalah nantinya akan ada yang tidak puas.”

Pernyataan filosofis di atas disampaikan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (BPOKK DPP-PD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo saat memberi sambutan dalam pembukaan Muscab Serentak 11DPC PD Kota/Kabupaten di Jawa Timur, di Asrama Pondok Haji Surabaya, Sabtu (4/3/201).

Pramono Edhie ingin melihat proses demokrasi berjalan baik karena ada proses musyawarah untuk mufakat. Itu harus dijalani. Partai Demokrat adalah partai tengah dengan ideologi nasionalis religius. Kalau bicara masalah keimanan dan kepercayaan, itu adalah keyakinan di dalam hati manusia.

“Pemimpin itu berkewajiban memberi contoh dan menjadi contoh. Hari ini kita akan memilih pemimpin-pemimpin yang ada di kabupaten/kota. Kalau terpilih, berarti ada tanggung jawab. Kita akan melaksanakan 11 muscab, dari 38 DPC-PD, di Jawa Timur. Lewat muscab ini, saya mengajak kader meraih kemenangan di Pilkada se-Jatim di 2018serta kemenangan di Pemilu 2019,” Pramono Edhie menegaskan.

Setelah sambutannya Pramono Edhie Wibowo memukul gong sebagai pertanda dimulainya muscab serentak 11 DPC PD di Jawa Timur. Mendampingi Pramono Edhie, saat pemukulan gong, Ketua DPD-PD Jatim Soekarwo, Sekretaris DPD-PD Jatim Renville Antoni, Anggota FPD DPR-RI FPD Didik Mukrianto; Fandi Utomo; Azam Azman Natawijaya; Nurhayati Ali Assegaf.

Suasana Pembukaan Muscab Serentak 11 (dari 38) DPC-PD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, di Asrama Pondok Haji Surabaya, Sabtu (4/3/2017).(Foto:MCPD/Iwan)

Sebelumnya Ketua DPD-PD Jawa Timur Soekarwo menceritakan, ia masuk Partai Demokrat karena Demokrat adalah partai tengah, tidak ke kiri dan ke kanan. Demokrat adalah partai yang memegang teguh Pancasila sebagai dasar perjuangan partai. Demokrat memperjuangkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengingatkan kader Demokrat agar masuk partai bukan hanya untuk menjadi anggota legislatif semata tetapi karena ingin membangun Partai Demokrat. Sebab membangun Partai Demokrat berarti membangun bangsa.

Setelah Muscab Serentak di 11 DPC-PD selesai, tidak dilakukan penutupan. Hal ini disebabkan, penutupan Muscab se-Jatim baru dilaksanakan setelah seluruh (38) DPC-PD se-Jawa Timur melaksanakan muscab.

Hadir dalam acara pembukaan Muscab Serentak 11 DPC-PC se-Jawa Timur antara lain Sekretaris FPD DPR-RI Didik Mukhrianto, Anggota FPD DPR-RI Fandi Utomo; Azam Azman Natawijaya; Nurhayati Ali Assegaf, Ketua Divisi Keamanan Internal DPP-PD Rudi Kadarisman, Wakil Ketua BPOKK Supandi R Sugondo, Wakil Direktur Eksekutif DPP-PD Irawan S Leksono, Staf Direktorat Eksekutif DPP-PD Afroni Imawan, para staf BP-OKK DPP-PD antara lain Syamsul Bahara; Sri Sugianti; Kemas Erwin Firdaus, Pimpinan DPD-PD Jatim, Pimpinan DPC-PD se-Jatim, Anggota FPD DPRD Jatim dan Anggota FPD DPRD Kabupaten dan Kota se-Jatim.

(iwan/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*