Salam SBY untuk Kader Demokrat Kalsel

Ketua BPOKK DPP-PD Pramono Edhie Wibowo yang didampingi Ketua DPD-PD Kalsel Fikri dan Ketua Panitia Musda Kalsel Zulfa Asma Vikra memukul gong sebagai tanda dibukanya Musda III DPD-PD Kalsel di Grand Ballroom G’Sign Hotel, Jalan Ahmad Yani, Km. 4,5 No. 448, Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (18/3/2017). (foto:MCPD/Iwan K)

Banjarmasin, Kalsel: “Sebelum berangkat ke Kalsel, saya telah izin kepada Ketua Umum Partai Demokrat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Beliau menyampaikan salam kepada seluruh kader Demokrat di Kalsel. Dari 34 DPD (Dewan Pimpinan Daerah), sudah 16 yang melaksanakan musda. Artinya, hampir 50 persen. Hari ini, kita akan melaksanakan Musda Kalsel. Ini merupakan musda ke 17. Syukur Alhamdulilah, hingga saat ini tidak ada keributan. Saya berharap di Musda Kalsel juga tidak ada keributan.”

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BP-OKK) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo dalam sambutan pembukaan Musda III (ketiga) DPD-PD Kalsel, di Grand Ballroom G’Sign Hotel Jalan Ahmad Yani, Km. 4,5 No. 448 Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (18/3/2017)

Purnawirawan jenderal bintang empat tersebut menjelaskan, musda adalah musyawarah. Jadi semuanya dimusyawarahkan. Kalau ada yang bangga musda dan muscab sampai melempar kursi, itu namanya bukan musyawarah.

“Di dalam Pancasila tertulis, musyawarah untuk mendapatkan kemufakatan. Pegangan kita jelas. Saya minta, siapa pun yang jadi, bukan bicara pemenang atau yang kalah. Bukan itu maslahnya. Tetapi carilah yang terbaik untuk Partai Demokrat,” Pramono Edhie menyampaikan.

Pramono Edhie juga berpesan, di musda sebelumnya, kalau ada  ada dua bakal calon atau lebih, maka persyaratannya harus memenuhi 30 persen pemilik suara untuk bisa dicalonkan.

“Ketua DPC-PD se-Kalsel, suara pilihanmu adalah suara hatimu. Jangan sampai diperjualbelikan. Yakinkan itu adalah pilihanmu yang tepat. Saya tidak mau siapa pun yang bertanding hanya ingin menang. Lihat AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Dia kalah dan dia menerimanya. Itu jarang terjadi meski menang kalah adalah hal biasa,” Pramono Edhie mencontohkan.

Setelah memberi pengarahan, Pramono Edhie yang didampingi Ketua DPD-PD Kalsel Fikri dan ketua panitia Zulfa Asma Vikra memukul gong sebagai tanda dibukanya Musda III DPD-PD Kalsel.

Sebelumnya Ketua DPD-PD Kalsel Fikri mengatakan bahwa kita berkumpul bersama dalam satu tekad dan tujuan:merebut kemenangan kembali di Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019. Lima tahun lalu, ketika ia diamanatkan memimpin Demokrat Kalsel, di benaknya hanya ada satu tekad untuk memenangkan dan membesarkan Demokrat di Kalsel.

“Alhamdulillah, Partai Demokrat hari ini masih eksis di Bumi Lambung Mangkurat. Saya yakin, setelah generasi berganti, Demokrat akan terus berjaya di Bumi Lambung Mangkurat,” ungkapnya.

Ketua DPD-PD Kalsel Periode 2011-2016 Fikri memberi sambutan dalam Musda III DPD-PD Kalsel di Grand Ballroom G’Sign Hotel, Jalan Ahmad Yani, Km. 4,5 No. 448, Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (18/3/2017). (foto:MCPD/Iwan K)

Fikri mengajak para kader menyatukan tekad dan tujuan untuk kebesaran Partai Demokrat. Pemilihan Ketua DPD dan DPC adalah salah satu pintu masuk membesarkan Partai Demokrat. Siapapun yang terpilih jadi ketua adalah kemenangan kader. Para kader harus tunjukkan kepada masyarakat bahwa Partai demokrat adalah partai yang bersih cerdas dan santun

“Di akhir pengabdian, kami, jajaran pengurus DPD PD Kalsel periode 2011-2016, mengucapkan  terima kasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat Pak Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga yang telah banyak mendukung. Saya telah banyak mendapatkan pelajaran politik. Saya mohon maaf kepada kader Demokrat kalau ada kekurangan. Izinkan saya tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua DPD. Saya serahkan kepada penerus berikutnya,” ujar Fikri di akhir sambutan.

Hadir dalam pembukaan Musda III DPD-PD Kalsel, antara lain, Wakil Sekjen DPP-PD Rachlan Nasidik, Ketua Divisi Pengamanan Internal DPP-PD Rudi Kadarisman, Pengurus Departemen Polhukam DPP-PD Haris Wijaya, Pengurus Komisi Pemenangan Pemilu DPP-PD Nur Seto Budi Santoso, jajaran pengurus DPD-PD Kalsel, Ketua DPC-PD se-Kalsel, simpatisan dan kader Partai Demokrat se0-Kalsel.

(iwan k/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*