PATANI Harapkan Sinergi dengan Anggota FPD di Dapil

Foto bersama Ketua FPD DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Direktur Utama PATANI H Sarjan Tahir beserta jajarannya setelah melakukan. Audiensi di Ruang Rapat FPD, Lt 9 Gedung Nusantara 1, DPR RI,Kamis (8/6)

Jakarta: Fraksi Partai Demokrat (FPD) menerima audiensi Pandu Tani Indonesia (PATANI) yang dipmpin langsung Direktur Utamanya H Sarjan Tahir. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat FPD, Lt 9 Gedung Nusantara 1, DPR RI. Dalam sambutannya ketika membuka diskusi,

Ketua FPD Edhie Baskoro Yudhoyono, menyatakan bahwa FPD berkomitmen memperjuangkan dan peduli masyarakat tani. Menurut Ibas, sapaan Ketua FPD, masalah petani bukan saja tentang produktivitas untuk menuju ketahanan pangan, juga bukan hanya seputar sembako tapi juga bahan pangan lainnya.
‘’Kita jangan hanya sebagai penikmat pangan tapi harus menjadi kontributor terutama untuk ekspor. Kami sebagai kelembagaan memberikan dukungan baik berupa undang-undang maupun moril yang berkaitan dengan kemajuan pangan. Kami juga menginginkan teknologi pertanian bisa dirasakan di seluruh Indonesia,’’ kata Ibas.
Ditambahkan, lahan memang semakin mengecil, karena banyak kawasan berubah menjadi berkotaan dan lahan pertanian berubah menjadi kawasan industri atau perumahan. Tetapi RAPBN 2017 memberikan dukungan kepada BUMN demi mencapai stabilisasi pangan seperti Bulog untuk memberikan kontribusi yang lebih.
‘’Perlibatan antara pemerintah dan swasta juga harus berimbang. Jangan sampai orang-orang tertentu yang menguasai ekspor impor. Kami berharap sinergi kita terus berlanjut. Berharap PATANI bisa memberikan solusi-solusi lanjutan yang bisa mengantisipasi monopoli distribusi atau harga yang cukup tinggi,’’ tukas Ibas lagi.
PATANI yang berdiri 17 Agustus 2008, menyambut gembira komitmen FPD. Dikatakan, organisasi ini berguru dan menjadikan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inspirasi.
‘’SBY kami anggap sebagai tokoh Green Economy. Dalam Kuliah Umum di UIN Palembang, 25 November 2015, Pak SBY menekankan agar PATANI tampil mengatasi kesenjangan dan kemiskinan. Ini menjadi pemacu semangat kami,’’ kata Sarjan Tahir, Direktur Utama PATANI.
Ditambahkan, bahwa ekonomi “konvensional” yang kapitalistik dan menyerahkan segalanya kepada hukum dan mekanisme pasar ternyata mengancam keberlanjutan kehidupan manusia dan bumi. ‘’Semua komoditi impor ditanam di kebun PATANI diharapkan bisa membantu untuk mengurangi komoditi impor tersebut,’’ tambah Tahir.
Sebagai ormas, PATANI pun membangun Koperasi INDOKOPAT NUSANTARA ENERGI untuk mengelola usaha. Di Sumut sedang dibangun usaha jeruk lemon. Sumsel budidaya bawang merah. ‘’Bahkan jerami padi maupun ranting pohon kami gunakan untuk PLTMH di Kalimantan Utara,’’ terang Tahir.
Ditambahkan, keinginan PATANI untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan petani sesuai dengan imbauan SBY. ‘’Untuk itu kami hadir dan ingin ikut berkolaborasi dengan FPD di daerah pemilihan. Kita bersinergi. Jika ada pangan siap panen bisa bekerja sama dengan mal online kami (PATANIKU).’’
(Sumber : ochie/Tim Media FPD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*