Demokrat Kabupaten Kupang Gelar Rakercab Bahas Strategi Menangkan Pilkada 2018

Ketua DPC-PD Kabupaten Kupang Winston Rondo dan jajarannya menggelar jumpa pers di Rumah Demokrat Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang-NTT Selasa sore (29/8). (Foto: mikannews.com)

Oelamasi: Setelah menyelesaikan proses pendaftaran bagi para kandidat bakal calon Bupati-Wakil Bupati Kupang sejak tanggal  1 hingga 26 Agustus 2017,  DPC partai Demokrat Kabupaten Kupang kembali melaksanakan Rapat Kerja Dewan Pimpinan Cabang (Rakercab) guna menggerakkan mesin partai  dalam memenangkan Pilkada 2018 dan Pileg 2019.

Demikian disampaikan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kupang Winston Rondo dalam jumpa pers bersama awak media sebelum membuka kegiatan Rakercab di Rumah Demokrat Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang-NTT Selasa sore (29/8).

Rakecab Partai Demokrat Kabupaten Kupang yang melibatkan ribuan pengurus hingga ke tingkat anak ranting itu, jelas dia, selain melaksanakan konsulidasi internal kepartaian rakercab ini juga akan membahas strategi memenangkan Pilkada bagi ke-10 kandidat balon Bupati-Wakil Bupati yang diusung PD di 10 Kabupaten juga  Pilgub NTT yang diselenggarakan secara serentak pada 2018 mendatang.

“Untuk Kabupaten Kupang, tahapan  penjaringan dan pendaftaran para kandidat balon Bupati-Wakil Bupati Kupang terdaftar 4 paket, Christom, Harmoni, Musoitan dan paket Boze sekaligus Rakercab ini sebagai momentum mendapatkan masukan dari pengurus anak cabang hingga ke  ranting”, ungkapnya.

Terhadap 4 paket balon Bupati-Wakil Bupati yang sudah mendaftar, menyusul akan dilaksanakan Feed and propert test pada 2-4 September. Selanjutnya pelaksanaan pemaparan visi/misi akan  berlangsung pada pertengahan September, sekaligus mengumumkan hasil, paket mana yang berhak diusung Partai Demokrat nanti.

Menyingung soal prioritas balon kepala daerah dari kader partai, Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT, Ferdinan Le’u dalam kesempatan tersebut menjelaskan Partai Demokrat sudah memiliki mekanisme baku. Paket dari kader partai dan non kader tentu harus mengikuti aturan partai.

“Kami  akan membaca dan mengikuti keinginan publik, siapa yang survei  paling tinggi tentu itu jadi alat ukur di Partai Demokrat. Tidak ada tititpan atau pun yang dijagokan karena proses penjaringan masih berlangsung dengan baik. Kalau bilang kami sudah memenangkan salah satu paket itu tidak benar, semua postingan di media sosial itu bagian dari komukasi politik yang sedang dibangun timses masing-masing paket,” tegasnya.

Menurut dia, survei Partai Demokrat  belum dilakukan. Sekalipun demikian tentu sudah ada refrensi dari beberapa lembaga survei yang ada dan hal ini bisa dijadikan dasar nantinya.

Senada, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat NTT Frans Kape dalam kesempatan itu membenarkan, mesin Partai Demokrat harus bergerak.

“Untuk menangkan pilkada, pengurus anak ranting, DPC dan DPD secara reguler wajib turun ke bawah. Apalagi bila DPC sudah mengantongi SK paket yang terpilih untuk diusung di pilkada. Soal koalisi tergantung deal politik figur,”ujarnya.

(mikannews.com/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*