Silaturahmi Kebangsaan dan Ketakutan Berlebihan Pemerintah

Ir Rudi Kadarisman (jurnaldepok)

Oleh: Ir. Rudi Kadarisman*)

Pertemuan dua figur yang menjadi tokoh bangsa yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto memberi pesan tentang pentingnya menjaga silaturahmi kebangsaan. Apalagi ini dilakukan saat situasi bangsa ini menghadapi persoalan yang begitu kompleks.

Silaturahmi kebangsaan tersebut tentu penting untuk bersama mencari solusi. Kita semua bisa melihat tingginya gerakan radikalisme, lalu upaya pelemahan KPK oleh partai politik pendukung pemerintah, kasus e-ktp, utang yang terus membengkak, kontroversi diterbitkan Perppu Ormas Radikal dan tentu kontroversi pembahasan UU Pemilu serta masih banyak persoalan yang terjadi di bangsa ini.

Setelah silaturahmi tersebut dilakukan ada pesan penting disampaikan oleh kedua figur yang juga merupakan ketua umum partai politik. Pesan tentang bagaimana menggunakan kekuasaan untuk kemaslahatan hidup orang banyak dengan tata aturan yang berlaku. Pesan tersebut adalah hal biasa sebagai bentuk kontrol sosial yang dilakukan, dan itu hal yang wajar. Sehingga berkembangnya pemberitaan akan terusiknya berbagai pihak atas pertemuan kedua figur tersebut adalah hal yang konyol.

Ada pihak yang merasa terganggu atas pesan dan pertemuan yang disampaikan oleh kedua tokoh bangsa. Bahkan semacam membangun opini untuk mempengaruhi publik agar negatif memandang pertemuan tersebut. Tentu ini sebuah ketakutan yang berlebihan dan memalukan. Kita seperti tidak ingin membangun demokrasi dengan prinsip check and balance di negeri ini. Lalu apa yang bisa kita banggakan?

Saat ini bisa kita saksikan hanya ada prasangka buruk dan kecurigaan yang muncul dan dibagikan pada masyarakat. Sesuatu hal yang menunjukan ketakutan dan kegelisahan. Padahal kita sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran dalam bentuk kontrol dan kritik sosial untuk membangun bangsa ini.

Untuk itu, publik harus jeli melihat pencitraan yang sedang dilakukan pemerintah saat ini, jangan sampai terjebak. Jika pertemuan tokoh bangsa saja dicurigai bagaimana kita ingin membangun Indonesia yang lebih aman dan damai?

Harusnya mari kita tebarkan sikap positif thinking. Melihat sesuatu dengan positif. Silahturahmi yang dilakukan oleh SBY dan Prabowo adalah hal yang sangat penting dalam rangka kepedulian terhadap bangsa.

Jadi, stop curiga; takut; dan fitnah demi pencitraan!

*)Ketua Divisi Keamanan Internal DPP-PD

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*