Cerita AHY tentang Bom Hidrogen Korut

Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri diskusi yang diadakan The Yudhoyono Institute (TYI) di Graha Bimasena, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/9/2017). (detik)

Jakarta: Memanasnya situasi semenanjung Korea menjadi salah satu pembahasan utama diskusi yang diadakan The Yudhoyono Institute (TYI) di Graha Bimasena, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/9/2017). Salah satunya adalah tindakan Korea Utara yang telah berkali-kali melakukan uji coba peluru kendali di kawasan Asia Pasifik.

Direktur Eksekutif TYI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menceritakan pengalamannya di mana saat uji coba bom hidrogen Korea Utara dirinya sedang berada di Tokyo, Jepang.

“Waktu ujicoba bom hidrogen berbobot 100 kiloton Korea Utara saya sedang berada di Tokyo. Bom hidrogen itu melewati kawasan Jepang dan menuju kawasan Laut Pasifik.”

“Hal itu membuat media massa di Jepang dan warga di sana mengalami kekhawatiran terhadap tindakan Korea Utara itu. Saya merasakan hal itu juga di pagi hari saya di hotel,” jelasnya.

AHY merasa perlu melakukan diskusi dengan beberapa tokoh nasional seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Hatta Rajasa, Dipo Alam, Sudi Silalahi, Marty Natalegawa, dan lain-lain dalam diskusi itu untuk mendorong pemerintah Indonesia mengambil inisiatif agar situasi tak semakin memanas di kawasan itu.

“Apalagi Amerika Serikat telah menyatakan siap menghancurkan Korea Utara jika tidak ada lagi kata kompromi. AS ikut campur lantaran merasa terancam dengan senjata nuklir milik Korea Utara yang disinyalir bisa mengancam wilayah AS,” terangnya.

Dalam diskusi itu hadir pula para mantan pembantu presiden di era pemerintahan SBY seperti Menkopolhukam periode 2009-2014 Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto), Sekretaris Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Dipo Alam, Menko Perekonomian periode 2009-2014 Hatta Rajasa, Juru Bicara Kepresidenan era SBY Julian Aldrin Pasha, Wakil Menteri Pertahanan tahun 2010-2014 Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia tahun 2005-2009 Teuku Muhammad Hamzah Tayeb, dan mantan Duta Besar RI untuk Myanmar Sebastian Sumarsono.

(tribunnews/wan/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*