Demokrat Maluku Perpanjang Penjaringan Calkada

Ketua KPP DPD-PD Maluku Ir Max Marcel Sahusilawane (dok-pri)

Ambon, Maluku: DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku melalui Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) akan memperpanjang proses penjaringan Calon Kepala Daerah (Calkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2022.

Perpanjangan penjaringan tersebut atas perintah DPP Partai Demokrat melalui surat yang ditujukan kepada seluruh ketua DPD dan DPC Nomor : 23/INT/DPP.PD/IX/2017 tertanggal 18 September 2017, perihal perpanjangan masa penjaringan  calon kepala daerah, yang ditandatangani oleh Ketua Umum Partai  Demokrat Prof DR H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal  Partai Demokrat DR Hinca IP Pandjaitan XIII, SH, MH, ACCS.

Menyikapi surat tersebut, Ketua KPP DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Ir Max Marcel Sahusilawane mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari DPP terkait dengan perpanjangan penjaringan Calkada sehingga DPD Partai Demokrat Maluku telah menjadwalkan untuk membuka lagi pendaftaran calkada 25-30 September 2017.

“Kami akan perpanjang lagi proses penjaringan calkada terhitung 25-30 September mendatang,” ujarnya, di Ambon, Kamis (21/9).

Kata dia, perpanjangan penjaringan ini terbuka bagi masyarakat umum dan siapapun dapat mendaftarkan diri ke DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku.

“Kita memberikan kesempatan lagi kepada masyarakat yang ingin mendaftarkan diri di Partai Demokrat, karena prinsipnya rekomendasi yang diberikan oleh partai adalah rekomendasi bagi pasangan calon dan bukan untuk orang per orang, sehingga jika yang belum berpasangan dan hendak mendaftarkan pasangannya baik balon gubernur maupun wakil gubernur, kita persilahkan,” ujarnya.

Disinggung terkait balon gubernur dan wakil gubernur yang telah mendaftar sebelumnya, Sahusilawane mengaku proses perpanjangan penjaringan ini tidak mempengaruhinya karena sudah terdaftar resmi dan telah disurvei oleh LSI.

Para balon yang telah mendaftar sebelumnya 12-22 Juli 2017 lalu yakni 10 bakal calon gubernur, yakni Bupati MBD Barnabas Orno, petahana Said Assagaff, Komandan Korps Brimob Mabes Polri Irjen Murad Ismail, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku MZ Sangadji, Ketua DPD Demokrat Maluku Ja­cobus Puttileihalat, bupati Bursel Tagop S Soulisa, mantan anggota DPR RI Engelina Pattiasina, Dirjen Pembangunan Kawasan Tertentu Kemendes PDTT Johozua M Yol­tuwu, mantan Bupati MTB Bitzael S Temmar dan pengusaha Jacky Noya. Namun, Jacky Noya tak diikutkan dalam survei karena tidak menyelesaikan administrasinya.

Sementara untuk balon wagub terdapat Bupati Malra Andreas Rentanubun, Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Mozes Rudy Timisela, mantan Bupati SBT Abdullah Vanath serta dua politisi Demokrat Liliane Aitonam dan Melkias Frans.

Ia mengaku hasil survei bagi balon gubernur dan wakil gubernur sudah dikantonginya namun ia enggan membeberkan hasilnya.

“Kita sudah kantongi hasil survei namun untuk hasilnya kita belum bisa umumkan karena akan diserahkan terlebih dahulu kepada masing-masing bakal calon,” ujarnya.

(febby koenoe/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*