Demokrat Maluku Menuju 2018

Ketua KPP DPD-PD Maluku Ir Max Marchel Sahusilawane (Febby Koenoe)

Ambon: Maluku Partai Demokrat saat ini melakukan kerja politik berupa konsolidasi seluruh potensi partai di Maluku.

Secara beruntun kerja politik itu, mulai dilaksanakan dengan menggelar pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku periode 2017-2022 oleh Sekjen DPP Partai Demokrat DR Hinca IP Pandjaitan, XIII, SH, MH, ACCS, yang berlangsung di Baileo Siwalima, Karpan-Ambon, (15/8). Kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Cabang Demokrat se-Maluku yang dilakukan serentak, yang dipusatkan di The Hotel Natsepa, 15-16 Agustus lalu.

Konsolidasi demi konsolidasi ini dilakukan karena Partai Demokrat menargetkan memenangi 50 persen wilayah dalam pilkada serentak 2018.

Dari 171 wilayah di Indonesia yang akan mencari kepala daerah di tahun 2018, partai berlambang bintang segitiga  itu menargetkan memenangkan lebih dari separuh wilayah.

Optimisme ini, karena dalam evaluasi Pilkada serentak 2015 dan 2017, Partai Demokrat secara nasional terus menunjukan tren peningkatan kemenangan. Bahkan, hasil akhir Pilkada 2017 jauh di atas target partai.

Pilkada serentak 2018 akan melibatkan 171 wilayah. Putaran Pilkada kali ini diyakini akan menjadi penentu peta suara dalam Pemilu 2019. Untuk itu partai politik telah bersiap sejak jauh hari. Apalagi kali ini provinsi yang menggelar pemilihan mencapai 17 wilayah dan didominasi wilayah dengan penduduk besar.

Provinsi yang menggelar pilkada itu yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan sisanya terdiri dari Pilkada di 115 kabupaten,dan 39 kota.

Khusus di Maluku tercatat bakal calon gubernur yang terdaftar di DPD Demokrat Maluku yaitu, Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail, Bupati MBD Barnabas Orno, petahana Said Assagaff, Kadis Ketahanan Pangan Maluku MZ Sangadji, mantan Ketua DPD Demokrat Maluku Jacobus Puttileihalat, Bupati Bursel Tagop S Soulisa, mantan anggota DPR Engelina Pattiasina, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT Johozua M Yoltuwu, mantan Bupati MTB Bitzael S Temmar, Inspektur IV Jamwas Kejagung Herman Koedoeboen, Wakil Ketua IV DPR RI dari Partai Demokat Michael Wattimena dan pengusaha Jacky Noya.

Sedangkan untuk balon wagub ada Bupati Malra Andreas Rentanubun, Ketua DPD I Golkar Papua Barat Mozes Rudy Timisela, politisi Demokrat Liliane Aitonam, mantan Bupati SBT Abdullah Vanath, anggota DPRD Maluku dari Partai Demokrat Melkias Frans, anggota DPRD Maluku dari PKB, Habiba Pelu.

Posisi Partai Demokrat yang memiliki 6 kursi di DPRD Maluku, tentu menarik perhatian para kandidat. Apalagi jika saat ini konsolidasi partai berjalan maksimal, maka tentu mesin partai akan maksimal juga saat Pilkada 2018.

Selanjutnya, melalui Komisi Pemilihan Pemilu (KPP) DPD Partai Demokrat Maluku, yang diketuai Ir Max Marchel Sahusilawane bersama Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Elwen Roy Pattiasina, SE. MM akan menyerahkan dan memaparkan hasil penjaringan dan penyaringan di Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk dipertimbangkan sekaligus direstui sebagai pemimpin di provinsi julukan rempah-rempah ini.

“Proses penjaringan dan penyaringan sudah selesai, kita akan segera memaparkan hasilnya di depan Majelis Tinggi dan Sekjen di Cikeas, Bogor, besok (Selasa red-) pukul 10.00 Wib,” ungkap Sahusilawane, Senin (9/10).

Sahusilawane mengaku, keputusan ada di tangan Majelis Tinggi, sebagai KPP hanya melakukan tugas penjaringan dan penyaringan calkada.

Ia berharap, semoga keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat nantinya dapat menentukan calon pemimpin Maluku yang terbaik untuk lima tahun mendatang.

(Febby Koenoe/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*