NTB Menyiapkan Penerus TGB

Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (ist/Zakiy Mubarok)

Oleh: M Zakiy Mubarok*)

Masa bakti Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi atau biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB), akan berakhir sekitar pertengahan tahun 2018. Tak bisa dimungkiri, Gubernur dua periode ini adalah sosok kebanggaan masyarakat di daerah -yang oleh Emha Ainun Nadjib pernah disebut sebagai serambi madinah- ini.

Terkait dengan akan berakhirnya masa jabatan TGB sebagai Gubernur NTB, sejumlah figur telah menyatakan diri untuk siap menjadi Gubernur NTB 2018-2023. Diantaranya, Dr. Zulkieflimansyah (Anggota DPR RI), Prof. Dr. Farouk Muhammad (Wakil Ketua DPD RI), H. Ahyar Abduh (Walikota Mataram), HM. Suhaili FT (Bupati Lombok Tengah), HM. Ali Bin Dahlan (Bupati Lombok Timur), Lalu Rudi Irham Sri Gede (Irdam Kodam Udayana), dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah (Mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur/Rektor Universitas Hamzanwadi). Serta sejumlah nama lainnya.

Harus diakui, sejak TGB menjadi Gubernur NTB 2008-2013 dan 2013-2018, banyak hal yang membuat masyarakat setempat bangga menjadi warga NTB. Kebanggaan itu setidaknya dapat dirasakan pada dua aspek.

Aspek pertama, dari pembangunan di NTB. Masyarakat sangat merasakan perubahan dan kemajuan yang terjadi di bawah kepemimpinan Doktor alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir Timur Tengah itu. Kunjungan wisatawan terus meningkat. Infrastruktur yang makin membaik. Kesehatan makin terjaga. Pendidikan yang mencerdaskan. Ekonomi yang terus tumbuh dan sebagainya.

Kedua, secara personal figur TGB sebagai pemimpin yang ahli tafsir Alquran ini juga makin sering diminta menghadiri berbagai seminar, diskusi, hingga mengisi pengajian di dalam maupun di luar negeri. Hal itu menyebabkan TGB makin banyak dikenal publik secara nasional dan internasional. Figurnya yang muda, pintar dan rendah hati itu, menjadi magnet setiap kali ia hadir berbagai kegiatan.

Ringkasnya, di bawah kepemimpinan TGB, NTB tidak hanya makin dikenal di tingkat nasional, tapi juga dalam pergaulan internasional.

Di tahapan inilah letak krusialnya mencari pengganti TGB untuk memimpin NTB periode berikutnya. Memang, suatu kali TGB pernah mengatakan, untuk saat sekarang ini mendapatkan putra/putri daerah yang bisa menjadi Gubernur NTB tidak sulit. Namun demikian, harus diakui mencari figur yang “sekaliber” TGB tetap harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Mengapa, karena ikhtiar yang telah dilakukan oleh TGB harus terus dilanjutkan. Kesalahan memilih pemimpin akan berakibat NTB kembali ke titik nol.

Dan mekanisme mencari pemimpin NTB Pasca TGB sebagai Gubernur NTB, hari-hari ini sedang berlangsung. Seperti diketahui, NTB adalah satu dari ratusan daerah di Indonesia yang akan menggelar pemilihan kepala daerah di tahun 2018.

Hingga tulisan ini dibuat, pasangan bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB yang sudah mendeklarasikan diri adalah H.Ahyar Abduh – Mori Hanafi (diusung Gerindra, PPP, dan PAN) serta pasangan H. Suhaili FT – Moh. Amin (diusung Partai Golkar, Nasdem, dan PKB). Kabarnya, dalam waktu dekat menyusul paket Dr. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah (PKS dan Partai Demokrat) dan Ali Bin Dahlan (jalur independen/PDIP) yang akan mendeklarasikan kesiapan mereka berkontestasi di Pilkada NTB 2018.

Sejauh ini, kesiapan NTB mencari pengganti TGB masih berada di tangan partai politik. Sebab salah satu syarat utama untuk dapat menjadi Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB minimal diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki 13 kursi dari 65 kursi yang ada di DPRD Provinsi NTB.

Suatu ketika TGB pernah berpesan. Tahapan dan proses politik menuju Pilkada NTB 2018 hendaknya dilalui oleh masing-masing para bakal calon dengan tetap mengedepankan etika dan moralitas politik yang dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan masyarakat.

“Berkompetisilah melalui ide dan gagasan. Menghindari politik saling menjatuhkan. Jaga ketertiban dan kedamaian di masyarakat,” kata TGB.

NTB Pasca TGB adalah NTB yang lebih maju dari hari ini. NTB yang bikin bangga warga masyarakatnya. Bukan NTB yang kembali ke titik nol. Wallahu’alam Bishawab.

*) Ketua Divisi Pengembangan Kemitraan Masyarakat DPD Partai Demokrat NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*