SBY Pembicara Kunci Perayaan HUT ke-50 ASEAN di Singapura

Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato kunci dan tampil sebagai salah satu panel dalam acara Societal Leadership Summit 2017 : Celebrating ASEAN 50. Acara yang diselenggarakan Institute for Societal Leadership, Singapore Management University (SMU) bertempat di SMU School of Law, Singapura, Jumat, 6 Oktober 2017. (facebook SBYudhoyono)

Singapura: Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Dr  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menghadiri undangan untuk memberikan pidato kunci dan tampil sebagai salah satu panel dalam acara Societal Leadership Summit 2017 : Celebrating ASEAN 50. Acara yang diselenggarakan Institute for Societal Leadership, Singapore Management University (SMU) bertempat di SMU School of Law, Singapura, Jumat, 6 Oktober 2017.

Acara ini diselenggarakan merayakan Hari Jadi ASEAN ke-50. Forum ini dihadiri sejumlah tokoh kawasan dari berbagai kalangan termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hadir dalam kapasitas sebagai Executive Director dari The Yudhoyono Institute.

Sebelum SBY memberikan pidato kunci, Menlu Singapura, Dr. Vivian Balakrishnan memberikan pidato tentang perjalanan sejarah ASEAN serta berbagai capaian serta tantangan ke depan. Menlu Singapura memberikan apresiasi yang tinggi terhadap SBY yang dinilai turut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan ASEAN di masa kepemimpinannya.

Kemudian, SBY menyampaikan Pidato Kunci selama 15 menit. SBY menegaskan bahwa dalam lintasan sejarah ASEAN, kepemimpinan merupakan salah satu faktor utama yang membawa organisasi kerjasama Asia Tenggara ini menjadi salah satu organisasi yang sangat berpengaruh di kawasan.

Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato kunci dan tampil sebagai salah satu panel dalam acara Societal Leadership Summit 2017 : Celebrating ASEAN 50. Acara yang diselenggarakan Institute for Societal Leadership, Singapore Management University (SMU) bertempat di SMU School of Law, Singapura, Jumat, 6 Oktober 2017. (facebook SBYudhoyono)

SBY menyampaikan beberapa contoh bagaimana rumitnya upaya dan kontribusi Indonesia serta seluruh negara anggota ASEAN dalam mengelola isu-isu yang cukup sensitif seperti krisis antara Thailand dan Kamboja terkait Candi Preah Vihear pada tahun 2008 – 2011 serta proses demokratisasi Myanmar yang pada akhirnya dapat diwujudkan dengan baik di tengah tekanan dunia dan kawasan terhadap Myanmar. SBY menilai, di tengah geopolitik dunia yang dinamis saat ini, ASEAN akan menghadapi sejumlah tantangan terutama dalam menyeimbangkan kepentingan ASEAN dan kepentingan nasional masing-masing negara anggotanya.

Acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu oleh Mr. Ho Kwon Ping, Chairman SMU dengan tema “Lest We Forget : Historical Leadership Moments in ASEAN”. SBY tampil bersama-sama dengan mantan PM Singapura, Mr. Goh Chock Tong. Kedua tokoh kawasan tersebut menjawab beberapa pertanyaan baik dari moderator maupun dari forum yang dihadiri kurang lebih 400 orang dari berbagai kalangan.

SBY dan mantan PM Goh Chock Tong serta tamu VIP lainnya berkesempatan pula untuk menghadiri peresmian Patung ASEAN 50 karya Tan Swie Han, salah satu maestro pematung Singapura. Patung tersebut terletak di Campus Green SMU dan diresmikan oleh Menlu Singapura sebagai simbol persahabatan negara-negara ASEAN.

(facebook SBYudhoyono/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*