Kunjungi Aceh, AHY Ingin Memahami Keberagaman Indonesia

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY saat berada di Pendopo Bupati Aceh Utara, kemarin. (Foto: KBA.One)

Lhokseumawe: Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan tujuan kehadirannya ke Aceh sejak tiga hari terakhir. Selain keinginan untuk memahami  adat dan istiadat serta keberagaman masyarakat Aceh, kunjungannya juga bertujuan mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Aceh.

“Saya ingin mengenal lebih dekat masyarakat Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Pulau Rote,” kata AHY di pendopo Bupati Aceh Utara, kemarin. “Begitu beragam, unik dan dengan berbagai kompleksitas serta permasalahannya.”

Sebelum datang ke Aceh, AHY juga berkunjung ke sejumlah provinsi di Indonesia, di antaranya Riau, Sulawesi Selatan Sumatera Barat. Semua itu kata AHY tak lepas dari keinginan melengkapi diri demi tujuan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat dan negara, pasca mengakhiri karier kemiliteran.

“Saya telah mengambil keputusan besar mengakhiri pengabdian di Militer, bukan tanpa tujuan, tapi untuk mengabdi kepada masyarakat. TNI mengajarkan saya bahwa pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara tidak mengenal ruang dan waktu,” kata AHY.

Dalam kesempatan itu, AHY meminta izin untuk terus bersilaturahim meminta nasehat dan wejangan dari para sesepuh TNI yang telah berpengalaman di berbagai bidang, termasuk dalam tata kelola pemerintahan, sehingga memperkaya wawasan.

AHY mengatakan kegagalannya di pemilihan Gubernur DKI Jakarta telah memberinya pelajaran untuk terus belajar melengkapi diri dan bersiap menghadapi berbagai tantangan. Begitupun, kegagalan tersebut dinilai memiliki hikmah tersendiri.

“Meski tidak semua yang kita cita-citakan sesuai harapan, tapi dengan kekalahan itu saya sekarang justru memiliki kesempatan dan waktu untuk berkunjung ke berbagai provinsi kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” kata AHY.

AHY juga mengaku sangat senang selama tiga hari berada di tengah-tengah masyarakat Aceh dan berharap perdamaian yang telah terbina sejak 2005 silam dapat terjaga selamannya. Dia berterima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Aceh yang telah bersama-sama merawat perdamaian yang telah berlangsung 12 tahun silam.

“Memori saya kembali ke tahun2002-2003 silam tapi tentu sangat jauh berbeda situasinnya. Alhamdulilan sekarang situasinya aman dan nyaman mudah-mudahan ini bisa dirawat dan dijaga sampai kapanpun. Terima kasih TNI/Polri serta seluruh komponen masyarakat Aceh yang terus menjaga perdamaian di Serambi Mekah yang kita cintai ini,” kata AHY. Dia sendiri pernah bertugas selama 12 bulan di Aceh saat masih aktif di dunia militer.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diluangkan AHY untuk mengunjungi Aceh Utara. Kunjungan tersebut diharap dapat membawa dampak baik baik pembangunan Aceh Utara yang hingga kini pemerintahannya masih bertempat di Lhoksumawe.

“Semoga (kunjungan) ini bukan yang pertama karena kami masyarakat Aceh butuh pikiran demi kemajuan Aceh Utara. Karena sampai hari ini pak kapolres sudah (berkantor) di Aceh Utara sedang saya masih di sini (Lhoksumawe),” kata Cek Mat.

Dalam kunjungannya ke Aceh Utara, AHY turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan anggota DPR RI Asal Aceh Riefky Harsa dan Muslim. Usai bersilaturahmi, AHY juga dia ajak Cek Mat untuk menikmati kopi di Station Cafee Lhoksumawe.

Kehadiran AHY di salah satu Cafee di Pusat Kota Lhoksumawe itu, langsung menarik perhatian pengunjung Cafee, khususnya kaum ibu dan remaja putri. Tak hanya itu sejumlah remaja putra dan kaum adam turut berebut agar dapat berswafoto dengan AHY.

(KBA.ONE/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*