SBY dan Ani Yudhoyono Ziarah ke Makam Sarwo Edhie

Presiden RI ke 6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan istri, Ani Yudhoyono berziarah di makam Sarwo Edhie Wibowo di di Desa Pangen Juru Tengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Kamis (9/11/2017) siang. (foto: detik)

Purworejo: Presiden RI ke 6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan istri, Ani Yudhoyono ziarah di makam Sarwo Edhie Wibowo di Purworejo,  bertepatan 28 tahun meninggalnya Sarwo Edhie Wibowo.

Rombongan tiba di makam yang terletak di Desa Pangen Juru Tengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Kamis (9/11/2017) siang.

Cuaca mendung dan redup memayungi area pemakaman itu. Saat rombongan turun dari mobil, SBY beserta istri disambut warga serta jajaran pejabat di Pemkab Purworejo. Jabat tangan menjadi penanda silaturahmi dengan warga Purworejo.

Mantan orang nomor satu di Indonesia itu kemudian duduk di dalam pendapa yang menaungi makam Sarwo Edhie didampingi Ani Yudhoyono. Pendapa tempat peristirahatan mantan Gubernur Akmil yang berada di kompleks pemakaman keluarga nampak bersih dan indah jauh dari kesan menyeramkan seperti layaknya pemakaman.

Rombongan pun lalu berdoa dengan membaca Al Fatihah dan ayat-ayat suci Alquran lainnya. Doa dan tahlil di atas pusara dipimpin KH Hakim Abdul Hamid, pengasuh PP Al Anwar, Maron Loano.

Usai berdoa dan tabur bunga, SBY dan rombongan melakukan ramah tamah dengan warga sekitar. Sejumlah hal terkait kiprah almarhum Jenderal Sarwo Edhie Wibowo dipaparkan sekaligus untuk mengingatkan kembali tentang Hari Pahlawan.

“Almarhum sendiri wafat tanggal 9 November 1989 dan dimakamkan esok harinya tepat pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November dengan inspektur Jenderal Edy Sudrajat,” kata SBY di hadapan awak media dan warga sekitar yang hadir.

“Hari ini tepat hari wafatnya beliau dan besok hari Pahlawan, jadi ini mengingatkan saya pada moment waktu itu,” imbuhnya.

SBY menambahkan, sosok Sarwo Edhie berjasa besar untuk ABRI atau sekarang TNI. Berbagai karier dan jasa dalam dunia militer telah dilewati. SBY sendiri masuk Akmil tahun 1970 dan menyelesaikan pendidikan pada 1973. Ketika itu, Sarwo Edhie Wibowo adalah Gubernur Akmil Magelang.

Sarwo Edhie saat itu mengemban tugas mengamankan lndonesia pasca-pemberontakan G30S/PKI. Sebagai komandan RPKAD yang sekarang Kopasus, bertugas menggagalkan kudeta dan gerakan kejahatan yang menyerang negara.

“Sebab jika tidak maka akan terjadi tragedi dan kerusakan, yang kita jaga adalah Pancasila sebagai dasar negara,” lanjut SBY.

SBY berharap rakyat Indonesia khususnya Purworejo tetap rukun bersatu menjaga keutuhan NKRI. Keteladanan dari Sarwo Edhie patut dicontoh sebagai pahlawan yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia.

“Jadi kita tinggal meneruskan perjuangan para pahlawan, kita jaga kerukunan dan bekerja keras. Semoga bangsa kita tetap aman dan damai, adil, demokrasi makin matang, pemimpin bisa amanah sehingga rakyat sejahtera,” tuturnya.

“Selain itu, warga Puworejo harus bersyukur karena banyak tokoh-tokoh nasiomal dari Purworejo seperti Jenderal A. Yani, WR Supratman, Jenderal Urip Sumohardjo, Sarwo Edhie Wibowo dan lain-lain. Mudah-mudahan ke depan akan muncul tokoh-tokoh besar lainnya dari Purworejo ini,” pungkasnya.

(detik/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*