Demokrat adalah Partai Pertama dan Terakhir

Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Eka Putra (ist)

Satu kader Partai Demokrat yang kariernya cukup cemerlang adalah Eka Putra. Tak heran jika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menunjuk Eka Putra mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) VL (ke-55) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI pada tahun 2016 lalu.

Di  Lemhannas,  Eka belajar tentang strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan. Eka pantas berbangga karena ia adalah satu dari hanya tiga anggota parpol se-RI yang lolos tes untuk mengikuti pendidikan di Lemhannas.

Seusai melaksanakan pendidikan selama tujuh bulan di Lemhannas RI, Eka Putra meneguhkan diri sebagai salah satu kader potensial Demokrat. Ia mendapat kepercayaan SBY untuk duduk  sebagai Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat.

Eka Putra dilahirkan di Lintau Buo, Kab Tanah Datar, Sumatera Barat pada 11 Juli 1975. Ia menamatkan pendidikan dasar di  SD No 3 Tanjung Bonai, Lintau Buo dan SMPN 2 Lintau Buo. Lantas Eka Putra melanjutkan pendidikan di SMA PGAI Padang.

Lepas SMA, ia terbang jauh untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Maritim AMI Makassar dan menuntaskan S1-nya di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Makassar.

Eka Putra bergabung di Partai Demokrat karena ketertarikannya pada partai yang digagas dan didirikan SBY. Saat itu Eka belum pernah berkecimpung di dunia politik praktis.

“Partai Demokrat  adalah partai pertama dan terakhir bagi saya,” kata Eka kepada web demokrat di ruang kerjanya, Kantor Pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta, pekan lalu.

Awalnya, saat reformasi mulai bergulir,  Eka yang berada di Makassar tertarik pada sosok SBY.  Baginya, SBY adalah sosok bersih, cerdas, dan santun. Eka meyakini, seandainya Indonesia dipimpin SBY maka ada kestabilan politik, hukum, dan perekonomian. Kestabilan yang bisa membawa bangsa ini menuju kemajuan.

Karena pemahamannya itu maka ketika SBY dan Jusuf Kalla maju di Pilpres 2004, Eka segera bergerak menjadi relawan pemenangan bersama ribuan orang lainnya. Saat itu Eka telah memiliki bisnis percetakan dan ekspedisi (pengangkutan barang melalui kapal laut) di Makassar.

Kemenangan SBY-JK membuat Eka semakin dekat dengan dunia politik. Ia pun mulai mengenal Partai Demokrat yang digagas dan didirikan SBY. Bagi Eka, Demokrat adalah partai yang pas untuk Indonesia  yang bineka. Semua elemen bangsa bisa masuk di Partai Demokrat.  Partai Demokrat punya masa depan bagus. Punya cita-cita sebagai  partai tengah yang nasionalis dan religus.

Karenanya, setelah Kongres Partai Demokrat 2005, Eka memutuskan bergabung. Ia resmi masuk ke DPP Partai Demokrat melalui HM Darmizal, Wakil Sekjen Demokrat saat itu.

Di Demokrat, Eka ditempatkan sebagai pengurus Departemen Pemuda dan Olahraga (saat itu dipimpin Max Sopacua). Eka sempat pindah ke berbagai departemen dan divisi sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Wakil Bendahara Umum, setelah mengikuti pendidikan di Lemhannas RI. Ia juga dipercaya menjadi Plt Ketua DPC-PD Payakumbuh, Sumbar.

Suasana silaturahmi Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Eka Putra dengan 300an kader DPD, DPC dan DPAC Demokrat dari 6 kab/kota se-Sumatera Barat, di Pangeran Beach Hotel, Padang Utara, Padang, Minggu, 24 Desember 2017. (ist)

Eka tak menampik, totalitasnya di Partai Demokrat karena ia bercita-cita menjadi anggota legislatif pusat  mewakili daerahnya, Sumbar. Ia berharap, SBY dan Majelis Tinggi PD memberikan kepercayaan agar ia maju sebagai caleg DPR-RI dari daerah kelahirannya, Dapil Sumbar 1 (meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Kota Padang Panjang).

Eka tentu tak sekadar berkeinginan. Ia mengusahakan untuk rutin mengunjungi daerah kelahirannya itu setiap pekan. Ia mendatangi masyarakat untuk memperkenalkan diri.

Minggu, 24 Desember 2017 di Pangeran Beach Hotel, Padang Utara, Padang, Eka bersilaturahmi dengan 300an kader DPD, DPC dan DPAC Demokrat dari 6 kab/kota se-Sumatera Barat. Hal itu dilakukannya sebagai kewajiban kader untuk ikut memenangkan Pilkada Serentak 2018  dan Pemilu Serentak 2019.

“Saya senang karena setiap mengunjungi Sumbar, masyarakat menyambut positif. Saya memang sangat mengenal Sumbar karena lahir hingga lulus SMA  berada di sana. Dan hingga kini, saya masih rutin ke Sumbar, hampir setiap pekan,” Eka menjelaskan.

Eka memang senantiasa mengingat pesan SBY dan Hinca bahwa tidak ada kemenangan yang diperoleh tanpa manajemen serta program yang baik.  Sebaliknya jika program dan manajemen kita baik maka kemenangan sudah 50 persen di tangan. Tinggal perjuangan keras dan ridha Tuhan saja yang menentukan.

Di Sumbar, Eka kerap memberikan bantuan kepada masyarakat membutuhkan. Berbagai program ia jalankan, antara lain, “bedah rumah”. Eka pernah memperbaiki kediaman seorang buta dan istrinya lantaran rumah mereka tak layak huni. Ia mengkomunikasikan dengan kepala dusun, langsung memanggil tukang, meminta perbaikan rumah, hari itu juga. Program serupa terus ia gelar di berbagai titik.

“Apa yang saya lakukan itu adalah wujud arahan Pak SBY agar kader Demokrat peduli dan beri solusi, juga bentuk ibadah,” Eka merendahkan hati.

Selain itu, Eka juga menyerahkan bantuan kapal dan alat kelengkapan penangkapan ikan di Pelabuhan Muara, Kota Padang, Sumbar. Ia berharap bantuannya pada para nelayan bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan.

Eka mengatakan, ia  ingin jadi wakil rakyat yang  amanah rakyat. Yang membangun dan membawa aspirasi dari dapilnya. Yang berjuang agar tidak ada rakyat terisolir. Rakyat  harus maju dan sejahtera.

Eka meyakini, Pemilu 2019 adalah kebangkita Demokrat karena adanya ikon baru yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Masyarakat Sumbar sangat mengagumi AHY.

“Di Sumbar, saya bisa nebeng nama besarnya. AHY disukai semua kalangan. Adanya AHY membuat Demokrat, insya Allah, bisa meraih 15 persen sesuai amanah Kongres di Surabaya. Begitupun kader harus turun. Kalau libur harus ke daerah. Tingkatkan komunikasi dengan masyarakat. Semua kader harus lakukan itu,” Eka menyampaikan kiat agar Demokrat bisa meraih target.

Suami Lise Vebrina SE tersebut, mengajak para kader agar bekerjasama Mambangkik Batang Tarandam atau membangkitkan batang terendam.

“Itu filosofi Minang. Artinya, kita semua harus ingat. Demokrat dulu sudah pernah juara. Kini para kader harus bersatu-padu membuat Demokrat kembali juara karena Demokrat adalah partai juara,” ujar Eka, ayah dari tiga anak perempuan perempuan  bernama Nurmala Eka Putri, Denaya Zalya Putri, dan Zahra Aulia Fitri.

(didik l pambudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*