King George Menjadi Presiden George

Presiden Liberia George Weah (cdn-s3.si.com)

Oleh: Jansen Sitindaon*)

September 2005! 12 tahun lalu. Itulah awal dia terjun ke dunia politik. Di usia 38 tahun, pasca-pensiun dari dunia bola. Ketika itu dia memutuskan “pulang dari gemerlapnya Eropa”. Maju menjadi calon Presiden Liberia, negaranya tercinta. Negara yang telah 14 tahun dilanda perang saudara.

Sihir lapangan hijaunya ternyata gagal berpindah ke lapangan politik. King George (julukannya di lapangan bola) kalah telak melawan Ellen Johnson-Sirleaf, sang mantan Menteri Keuangan. Sosok yang selama 12 tahun ke depan terus menjadi “lawan” politik utamanya. Dan hasilnya, King George selalu kalah. Termasuk ketika 6 tahun kemudian, di 2011 maju lagi dalam Pilpres menantang Johnson. (Info: Konstitusi Liberia mengatur masa jabatan Presiden 6 tahun, dan hanya bisa dipilih untuk 2 periode. Sama dengan kita di Indonesia, cuma beda lama masa jabatan per periode saja).

Setelah ditelusuri, kekalahan Weah bukan karena dia kurang popularitas atau tak dicintai rakyat. Bagaimana tak dicintai rakyat dengan prestasinya yang menggunung itu? Bahkan Mandela saja semasa hidup sampai menyampaikan: “Weah adalah kebanggaan Afrika, bukan hanya Liberia”.

Namun ditelusuri, gagalnya Weah ini ternyata karena dia dianggap masyarakat Liberia tidak punya gelar pendidikan. Tidak punya gelar sarjana. Tidak bersekolah. Sedang Ellen Johnson, sang lawan, selain mantan Menteri Keuangan, juga seorang ilmuwan lulusan Harvard di bidang ekonomi. Wow, sungguh memikat dan jauh dibanding King George. Johnson dianggap jauh lebih mampu ketimbang Weah mengelola dan memimpin Liberia (sungguh rasional ya pemilih di Afrika).

Menyadari hal ini, di usia “tuanya”, Weah kemudian sekolah lagi. Sebuah hal yang tak pernah dijalaninya karena orang tuanya meninggal ketika dia masih kecil (dan sejak itu diasuh neneknya).

Ujung cerita, Weah akhirnya mulai bersekolah.  Di usianya ke-46 tahun, bukan cuma gelar sarjana, tapi gelar master berhasil dia gondol dari DeVry University di Florida, USA di bidang Manajemen.

Apa yang terjadi?

Jalan kemudian terbuka. Di usia ke-51 tahun, hari ini, dia terpilih jadi Presiden Liberia.

Congratulation, King George…

Catatan: bagi kita yang masih merasa kurang sekolahnya, mari kita kembali bersekolah mengikuti apa yang dilakukan King George. Bagi kita yang selalu gagal di politik, mari kita cari tahu, apa kendala masyarakat tidak memilih kita. Bisa jadi bukan karena mereka tak cinta dengan kita (seperti halnya dialami King George), tapi mereka merasa belum yakin memilih kita karena melihat masih ada satu hal yang kurang dari diri kita. Mari kita penuhi keraguan masyarakat pemilih itu.

Salam hangat dari saya “fans ultras” Rossoneri.

*)Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP-PD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*