Konsumsi Ikan Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Demokrat, Michael Wattimena (fajar.co.id)

Jakarta: Rendahnya masyarakat dalam mengonsumsi ikan masih jadi permasalahan sektor perikanan di Tanah Air. Wakil Ketua Komisi IV DPR Fraksi Demokrat, Michael Wattimena mengatakan, angka konsumsi masyarakat Indonesia untuk ikan hanya 43 kilogram per kapita per tahun.

Menurut dia, angka ini masih kalah dibandingkan negara lain seperti Malaysia. Diperlukan upaya pemerintah RI lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar target makan ikan mencapai 53 kg per kapita pada 2019.

“Masih rendah dan menurun konsumsi masyarakat kita. Untuk mencapai target makan ikan, produksi budidaya perikanan harus jadi andalan utama,” kata Michael, Jumat, 29 Desember 2017.

Michael menekankan, memang budidaya perikanan tak mudah. Salah satu persoalan terkait rentan penyakit pada ikan dan udang. Solusi yang bisa dilakukan antara lain penertiban perairan umum yang mengalami kelebihan kapasitas.

“Perlu juga budidaya perikanan yang didorong berbasis kawasan sehingga memudahkan penataan kawasan, tingkatkan produktivitas, dan jaga keamanan pangan,” tutur Michael.

Kemudian, kebijakan KKP soal penerapan sertifikasi elektronik demi pengamanan pertukaran data dan informasi layak didukung. Ada beberapa kelebihan yang dirasakan untuk jangka panjang, seperti misalnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan.

“Ke depan sertifikasi elektronik ini juga akan menyasar proses perizinan di sektor kelautan dan perikanan. Karena sekarang sudah era digital yang andalkan kecepatan,” tuturnya.

(viva.co.id/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*