SBY Disambut Hangat Habib Luthfi

Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H bersama Habib M Luthfi Bin Yahya di Gedung Kanzus Sholawat, Pekalongan, Jawa Tengah. Acara yang digelar Minggu 24 Desember Januari 2017 itu berlangsung penuh khidmat. (Foto: Abror Rizki)

Pekalongan: Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H bersama Habib M Luthfi Bin Yahya di Gedung Kanzus Sholawat, Pekalongan, Jawa Tengah. Acara yang digelar Minggu 24 Desember Januari 2017 itu berlangsung penuh khidmat.

Pada Maulid Nabi itu, SBY dan Habib Luthfi sama-sama berpakaian serba putih. SBY memakai kemeja dan celana panjang berwarna putih dan mengenakan peci hitam. Sementara Habib Luthfi mengenakan jubah putih dan sorban berwarna putih.

Saat SBY tiba, Habib Luthfi menyambut dengan hangat. Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) itu menggenggam erat tangan SBY untuk menuntun Presiden RI ke-6 itu memasuki gedung pengajian yang sudah dipenuhi ribuan jemaah.

SBY datang bersama kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono serta pengurus DPP Demokrat.

Kedekatan SBY dengan Habib Luthfi memang telah berlangsung lama. Saat menjabat kepala negara, SBY kerap kali memenuhi undangan Maulid Nabi yang digelar Habib di Pekalongan.

Dalam sambutan SBY mengajak umat Islam agar meneladani 4 sifat Rasulullah yakni Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh.  Umat Islam hendaknya meneladani kepribadian, kepemimpinan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Shiddiq maknanya kita harus berakhlak mulia. Menjadi pribadi yang jujur dan benar. Amanah artinya dapat dipercaya. Fathonah, cerdas dalam berpikir dan bersikap bijaksana. Tabligh menyampaikan dengan benar dan apa adanya.

Hal lain yang layak diteladani adalah kepemimpinan Nabi Muhammad yang adil, mengayomi dan menyatukan serta tidak memisahkan masyarakat yang dipimpinnya. Nabi memimpin di depan untuk  menunjukkan ke mana arah umatnya melangkah.

Teladan Nabi lainnya adalah kegigihan. Nabi gigih dalam berjuang menghadapi segala ancaman. Ia sabar dan tabah. Ia tidak pernah patah dan menyerah.

Kegiatan Maulid Nabi diperingati Habib Luthfi sepanjang tahun. Sejak Januari hingga Desember, sudah seratusan kali ia melaksanakan dan menghadiri peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

“Meski bulan Rabiul Awwal atau Maulud sudah lewat, kita tidak boleh berhenti mensyukuri atas kelahiran Baginda Nabi. Adalah salah jika kita beranggapan bahwa memperingati kelahiran nabi junjungan umat Islam hanya di bulan maulid, mestinya di sepanjang waktu kita selalu memperingati hari kelahiran nabi akhir zaman,” ungkap Habib Luthfi.

Hadir juga dalam acara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan para tokoh se-Jawa Tengah.

(politiktoday/imeldasari/didik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*