Agus Darmabaktikan Hidup untuk Indonesia

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono disambut hangat para pendukungnya saat akan mengadakan jumpa pers di posko utama pemenangannya, Wisma Proklamasi, Jln Proklamasi 41, Pegangsaan, Jakarta Pusat , Rabu (15/2/2017) malam. (mcpd/omartara)

Jakarta: Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono menerima kekalahan di Pilgub DKI 2017 secara kesatria. Setelah kekalahan ini, dia punya tujuan selanjutnya.

“Ke depan, nanti saya akan tetap mendarmabaktikan hidup saya untuk ikut memajukan bangsa dan negara tercinta ini menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” kata Agus di Wisma Proklamasi, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).

Dia mengajak para pendukungnya dan generasi muda pada umumnya untuk tetap bersemangat mengusahakan yang terbaik dalam hal apa pun. Kaum muda bisa berbuat banyak hal untuk memajukan bangsa.

“Jangan pernah takut gagal, jangan pernah takut kalah. Berbuatlah yang terbaik, karena banyak sekali yang bisa dilakukan dan diperjuangkan oleh generasi muda Indonesia,” kata Agus.

Pidato kekalahan ini disampaikan Agus dengan senyum, sesekali suaranya terdengar bergetar. Di sampingnya ada calon wakil gubernurnya, yakni Sylviana Murni. Ada pula sang istri, Annisa Pohan. Di depannya, para pendukung bersemangat dan meneriakkan yel-yel.

Bahkan, sesaat sebelum Agus memulai pidato, terdengar yel-yel cukup keras, “Agus presiden! Agus presiden! Agus presiden!”(detik/wan)

One comment

  • Ezra Awang

    AHY DAN HARAPAN GENERASI MUDA INDONESIA

    Agus Harimurti Yudhoyono, calon Gubernur DKI Jakarta yang baru
    berusia 39 (tiga puluh Sembilan) tahun telah menyampaikan pidato
    yang mengucapkan apresiasi dan pengakuan atas kekalahannya
    dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Dalam akhir pidatonya,
    Agus mengajak seluruh Generasi Muda untuk terus berkarya bagi
    Bangsa Indonesia.

    Sebagai calon Gubernur DKI Jakarta termuda, kita dapat menarik
    sejumlah pelajaran penting bagi seluruh generasi muda di tanah air,
    dan bukan hanya DKI Jakarta, melainkan untuk seluruh anak muda di
    Indonesia, yaitu Pertama Menanggapi Panggilan Bangsa, hal ini
    merupakan salah satu pelajaran utama bagi masyarakat muda
    bahwa aktif dan maju dalam mengisi berbagai bagian dalam bidang
    politik merupakan sikap nasionalisme yang perlu ditingkatkan, untuk itu
    Agus dalam karir yang cemerlang, mau ikut ambil bagian menjawab
    panggilan mengikuti kontes pilkada DKI Jakarta dengan
    mengorbankan cita-cita beliau di dalam karir militer. Kedua, Berani
    Tampil Beda, bahwa anak muda menawarkan kreatifitas, baru, dan
    terobosan, dalam sisi ini, maka selama hampir 5 (lima) bulan, sebagai
    calon Gubernur, Agus sudah memberikan contoh bagaimana
    kampanye program dan gerilya dilakukan dengan ide-ide yang kreatif
    dan berbeda, walaupun kerap menjadi sasaran ejekan dari para
    competitor. Ketiga, Pantang Menyerah, bahwa terkadang generasi
    muda sering menyerah ketika menghadapi tembok masalah dan
    hinaan dari sekelompok orang atas dasar usia muda dan sebagainya.
    Agus yang paling sering memperoleh pemberitaan negatif
    menunjukkan bahwa anak muda tidak lantas menyerah, Agus tetap
    Halaman| 1

    berjuang hingga garis finish. Sejarah mencatat bahwa Agus
    melakukan kegiatan gerilya menyapa masyarakat di seluruh pelosok
    Jakarta tanpa kenal lelah dan waktu dan dalam tempo yang sangat
    singkat. Agus menunjukkan bahwa sebagai calon yang belum pernah
    masuk ke dalam dunia politik, ia tetap berani maju berperang dan
    berani bertarung hingga titik darah penghabisan. Semangat pantang
    menyerah ini perlu kita apresiasi dari Agus.

    Terakhir, Agus adalah Harapan bagi Indonesia. Melalui ajang Pilkada
    DKI Jakarta 2017 yang menyita perhatian masyarakat Indonesia ini,
    Agus menunjukkan ada harapan bagi Bangsa ini, suatu generasi muda
    yang mau berkata Ya untuk Rakyat, untuk menyuarakan suara rakyat,
    dan menghormati segenap rakyat tanpa membeda-bedakan. Melalui
    keikutsertaan Agus dalam rangkaian pilkada ini, menunjukkan bahwa
    Indonesia tidak pernah kehilangan anak muda potensial, yang
    menjadi harapan bagi Bangsa Indonesia.

    Terima kasih Agus, sebagai anak muda, anda telah menyalakan lilin
    harapan bagi Indonesia.

    Salam Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.