Angka 14 Pertanda Kejayaan Partai Demokrat

DEMOKRAT S14P (twitter/hincapandjaitan)

Angka 14 yang merupakan nomor urut Partai Demokrat pada Pemilu mendatang, ternyata memiliki sarat makna dan nilai bagi Partai Demokrat.

Jika sebelumnya identik dengan angka 9 yang nyatanya membawa kesuksesan, kali ini ada nomor baru yang berpotensi juga mengulang hal yang sama, yakni 14.

Pertama, angka 14 sangat cocok dengan slogan yang dibawa Demokrat yakni “SIAP”.  Jika angka 14 dimasukkan dalam slogan tersebut menjadi sangat pas, yaitu “S14P”. Perlu diketahui bahwa slogan itu sudah ada jauh-jauh hari,  bahkan sebelum mendapatkan nomor urut.

Kedua, “Partai Demokrat” jika diurai memiliki 14 huruf. Bukanlah sebuah settingan dan disengaja, karena nama Demokrat sudah ada sejak 16 tahun yg lalu.

Ketiga, angka 14 menjadi penanda kejayaan masa Majapahit, yaitu abad ke-14. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit berhasil ekspansi hingga ke semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur.

Dari kejayaan Majapahit ini juga lahir semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi pemersatu bangsa hingga saat ini.

Ketua Umum Demokrat, SBY, jika ditelisik silsilahnya ke atas, dari ayahnya SBY masih keturunan Pangeran Buwono Keling dari Kerajaan Majapahit dengan RM.Kustilah yang merupakan keturunan Gusti Bandoro Ayu (putri Sri Sultan Hamengkubuwono III).

Keempat, Komando Tugas Bersama (Kogasma)  Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jika ditarik dari silsilah SBY di atas diketahui merupakan keturunan ke 14 kerajaan Majapahit.

Nomor urut 14, jaya pada abad ke-14, dan keturunan ke 14. Sebagai Kogasma, AHY akan membawa Demokrat mendulang kemenangan seperti masa kejayaan Majapahit. Ini adalah momen yang tepat di mana calon pemimpin seperti AHY. Ia terbukti memiliki kecerdasan,  visi, keberanian dan tangguh hadapi rintangan.

Di samping pertanda-pertanda di atas, Partai Demokrat memiliki segudang modal untuk mendulang kesuksesan. Dekat dengan rakyat, cerminan Bhinneka Tunggal Ika, kebijakan yang pro rakyat dan bersih dari kasus korupsi, membuat Demokrat kembali menjadi penantang terkuat dan berpeluang besar mendulang kesuksesan serta kejayaan di Pemilu mendatang.

(Irwan Siswanto/kompasiana/dik)