Bukit Hambalang, Nasibmu Kini di Tangan Rezim Opini

Pusat pelatihan dan pendidikan atlet di Bukit Hambalang yang pembangunannya dihentikan di era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, semata karena mematuhi hukum, bukan karena ketidakmampuan. Kini Presiden Jokowi, secara etika, wajib meneruskan pekerjaan berkesinambungan tersebut. (Foto: Kompas)

Oleh:  Ferdinand Hutahaean*)

Ramadan bulan yang suci, bulan yang penuh berkah telah kita nikmati beberapa hari meski rasanya ada yang kurang. Kurang khusyuk karena kegaduhan bangsa ini tak kunjung mereda di tengah suasana puasa yang semestinya menawarkan sejuknya hati dari sebuah bangsa yang memang sepatutnya penuh kesejukan dengan alamnya, penuh berkah dengan sumber daya alamnya dan penuh kehangatan di bawah matahari yang melintas khatulistiwa.

Ternyata semua berkah anugerah melimpah itu tak mampu membuat bangsa ini menjadi tenang meski sesaat hanya di bulan Ramadan ini. Ada yang salah dari semua ini, karena tahun-tahun sebelumnya terutama di era pemerintahan sebelumnya hampir tidak pernah ada suasana seperti ini.

Memang era sekarang berbeda jauh ketenangannya dengan era masa lalu. Penegakan hukum yang tak berkeadilan, logika yang terbalik, perilaku Jaksa dengan cita rasa partai politik, klaim-klaim sepihak, kemunduran ekonomi, subsidi yang dicabut, harga tinggi, rakyat dipajaki ugal-ugalan dan berbagai macam lainnya serta pembentukan opini yang tidak jujur.

Padahal Presiden pernah berulang kali mengajak menerangi hoaks, ternyata media-media penebar hoaks berlindung dan bekerjasama dengan istana. Akankah sapu kotor bisa menyapu bersih lantai kotor? Hm… sepertinya tidak mungkin, justru akan menambah kotor lantai kotor. Itulah cerminan sesungguhnya rezim berkuasa ini.

Salah satu yang menarik untuk diulas adalah tentang nasib Bukit Hambalang yang pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden RI ke-6, dibangun pusat pelatihan dan pendidikan atlet.

Tujuannya tentu mulia, agar atlet olahraga kita mampu berprestasi di kancah internasional dan mampu mengharumkan nama bangsa. Namun sayangnya, karena ulah segelintir orang yang ingin memperkaya diri dari proyek itu, rencana mulia jadi terganggu, terhambat dan hampir tidak jelas ujung masalahnya. Ada beberapa kader Demokrat, secara individu, terlibat dalam kasus Hambalang ini. Dan atas perbuatan tidak terpuji tersebut, Demokrat telah membersihkan nama mereka dari partai. SBY telah memberhentikan dan mengeluarkan para kader yang merusak nama Partai Demokrat tanpa kompromi. Demokrat bersih-bersih dari para kader korup.

Awal tahun lalu, Presiden Joko Widodo, seolah berbalas pantun dengan Tour de Java yang dilakukan oleh SBY periode Maret 2016, mengunjungi Bukit Hambalang. Entah untuk apa kunjungan itu, karena hingga saat ini kunjungan tersebut tidak menghasilkan kebijakan apa pun terkait nasib masa depan Bukit Hambalang. Kunjungan yang hanya termotivasi membalas kritik dari rakyat yang muncul dari Tour de Java. Blusukan yang hanya merupakan sindiran kurang bijak, kurang bermutu dan cenderung menunjukkan kelas serta kualitas pemimpinnya yang tidak elegan sebagai seorang presiden. Pemimpin tidak selayaknya main sindir-sindir, tapi pemimpin itu memimpin, memutuskan sebuah kebijakan.

Apa yang didapat setelah blusukan tersebut? Apa langkah kebijakan yamg ditempuh pasca-kunjungan tersebut? Setahun lebih sudah kunjungan itu, namun tidak menghasilkan apa-apa hingga sekarang.

Perlu diketahui tentang mengapa proyek itu terhenti dan tidak diteruskan sesuai kontrak kerja. Pelaksanaan proyek itu dihentikan karena sedang dijadikan bukti sebuah proses penegakan hukum oleh KPK. Jadi proyek itu terhenti bukan karena SBY tidak mampu bekerja tapi dihentikan oleh sebuah proses penegakan hukum.

Andai kita mau jujur, kerugian Hambalang itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerugian negara atas penyaluran dana BLBI era Megawati Soekarno Putri sebagai presiden. Tapi mengapa opininya Hambalang yang dibesar-besarkan?

Penegakan hukum atas kasus tersebut boleh dinyatakan hampir selesai karena sudah menghukum Menteri Pemuda dan Olah Raga masa itu, bahkan Andi Malaranggeng sudah selesai menjalani vonisnya. Lantas mengapa Hambalang tidak diteruskan oleh rezim ini? Mengapa Hambalang dibiarkan begitu saja?

Proyek pemusatan pendidikan dan pelatihan atlet tersebut adalah program negara bukan program individu dari siapa pun. Maka sudah selayaknya program negara yang telah menggunakan uang rakyat tersebut diteruskan setelah menghukum para pelaku korupsinya.

Pemerintahan Jokowi tidak elok dan tidak etis menjadikan Hambalang sebagai opini yang terus menerus digunakan menyerang citra SBY dan citra Partai Demokrat. Sangatlah tidak beretika jika sesuatu yang bertujuan baik terus menerus diopinikan buruk demi kepentingan politik.

Ingat, tujuan mulia dari pembangunan Bukit Hambalang itu jauh lebih penting diteruskan demi prestasi olah raga nasional daripada menjadikannya sekadar mainan opini demi kepentingan politik. Pemerintah ini akan sangat berdosa jika membiarkan Hambalang hanya menjadi monumen pembentuk opini negatif bagi kepentingan politiknya.

Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak meneruskan proyek Hambalang. Tidak ada alasan apa pun untuk menunda-nunda penyelesaian Hambalang. Proyek itu adalah program negara, bukan program pribadi SBY, sehingga Jokowi sebagai presiden adalah wajib secara etika meneruskan pekerjaan berkesinambungan dan tidak justru menjadikan kesalahan masa lalu sebagai prestasi bagi pemerintahannya, sebagai prestasi opini negatif untuk menutupi ketiadaan prestasi sesungguhnya dari rezim ini.

Begitulah sesungguhnya yang harus dilakukan untuk Hambalang. Harus ada sebuah keputusan dan kebijaksanaan. Lanjutkan atau hentikan, bukan malah menjadikannya sebagai opini negatif yang menutupi banyak masalah di negeri ini.

Menjadi presiden itu harus bijak dan menjadi negarawan, jangan seperti remaja putus cinta yang menjadi pembenci.

Hambalang, bersabarlah… karena kini nasibmu sedang berada di tangan rezim opini; rezim yang subur dengan opini kerja… kerja… kerja…!

Jakarta, 30 Mei 2017

*)Komunikator Politik Partai Demokrat

5 comments

  • 100有機潤唇膏 雙頭磨沙滋潤豐唇膏 滋潤豐唇蜜 亮彩保濕口紅 亮彩保濕唇蜜 持久亮麗雙頭唇彩 唇線筆 唇膏筆 抗炎作用原理:內環境平衡,增強陰道內免疫力 CO2可本質的改變組織特性,使粘膜組織新生 陰道上皮細胞功能增強,大量糖原在陰道桿菌作用下分解成乳酸,逐步恢復陰道正常的PH值 免疫力增強,降低私密處感染

  • Polargen Ultra RF 膠原重組再生療程 – 駿麗醫學美容用品國際集團BEAUTY SMART MEDICAL AND BEAUTY SUPPLY INTERNATIONAL GROUP Polargen Ultra RF 膠原重組再生療程 – 駿麗醫學美容用品國際集團BEAUTY SMART MEDICAL AND BEAUTY SUPPLY INTERNATIONAL GROUP

  • ~100 預防高危致癌的 HPV 16、18 型號 (可減低 70 患子宮頸癌的風險) ~100 減低引致生殖器官濕疣 (俗稱「椰菜花」) 的 HPV 6、11 型的感染 (可減低超過 90 患生殖器官濕疣的風險) HPV4合1子宮頸癌疫苗 Gardasil HPV病毒會感染人類的皮膚及黏膜,一般會透過性接觸及親密的皮膚接觸而受到感染,是一種男性與女性都可能感染的常見病毒。可感染身體各個部位的HPV超過100種,當中有部份的HPV類型可影響生殖器部位,導致生殖器疣(genital warts) 、子宮頸細胞異常(abnormal cervical cells) ,甚至子宮頸癌 (cervical cancer)。 4合1 HPV 子宮頸癌疫苗,覆蓋4種高危HPV病毒:6、 11、16及18型(約70的子宮頸癌由HPV16和HPV18病毒引致),有助預防子宮頸癌、外陰癌、陰道癌及生殖器官濕疣

  • Sakho went AWOL by flying to France in an attempt to force a transfer to Rennes by passing a medical without his club’s permission. He then turned up at Chelmsford racecourse on Thursday. West Ham United striker Diafra Sakho returns to first-team training following failed attempt to force a move away… and a bizarre stop at Chelmsford races

  • Rangers and Nikica Jelavic were mired in a war of words on Thursday night over the chain of events which ended in the Croatian’s Ibrox departure. Parting shots: Jelavic denies forcing Everton move as Rangers hit out

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.