Cornel Simbolon: Caleg DPR-RI Harus Bersinergi dengan Caleg DPRD

Suasana diskusi politik yang diselenggarakan di kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat petang (7/9). (Foto:MCPD/Iwan)

Jakarta: Para kader utama Demokrat yang tergabung dalam ormas Rajawali Center menggelar dikusi dengan tema “Strategi Pemenangan Pemilu 2019”. Diskusi politik tersebut di selenggarakan di kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat petang (7/9).

Hadir sebagai pembicara:

-Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Cornel Simbolon yang juga caleg DPR Ri Dapil Riau (meliputi Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai).

-Anggota FPD DPR RI Willem Wandik yang maju kembali mencalonkan diri di dapil Papua.

-Indriani Hadi caleg DPR RI dapil jawa Tengah VIII (meliputi kabupaten Cilacap dan Banyumas)

Bertindak sebagai moderator Alfrisco Sihombing.

Cornel Simbolon menyatakan bahwa Pileg dan Pilpres 2019 dilaksanakan secara serentak. Untuk Pileg Partai Demokrat menargetkan perolehan suara sebesar 15 persen dan  caleg harus  bekerja keras agar target tersebut dapat tercapai.

Seorang caleg DPR RI harus menentukan siapa yang bisa tandem atau bersinergi dengannya, baik itu caleg yang ada di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota  dan juga kerjasama dengan caleg DPD RI utusan daerah agar saling membantu karena kalau berjalan sendiri sendiri akan menyulitkan kita.

Kalau sudah ada tandem  untuk sosialisasi acara caleg tersebut bisa bayar bersama sama agar biaya lebih hemat dan terjangkau.

Untuk Saksi di TPS sangat penting sekali oleh karena itu seorang Caleg harus mengetahui total TPS yanga ada di dapilnya untuk nanti bisa mengetahui berapa jumlah saksi yang akan di tempatkan di TPS tersebut.

Saksi harus diberikan pelatihan dan harus dirawat agar benar benar bekerja maksimal mengawal suara Caleg di TPS. Selain itu juga seorang saksi harus jelas identitas nama dan nomor handphonenya untuk memudahkan komunikasi saat pelaksanaan pemungutan suara di pileg.

Alat peraga harus dibuat dan caleg harus aktif di media sosial karena itu sebagai sarana  mudah agar caleg lebih dikenal di masyarakat. Dalam berkampanye juga seorang caleg  tidak boleh janji muluk muluk kepada rakyat tapi harus terukur.

Wakil ketua Umum Partai Demokrat tersebut meyakini magnet seorang SBY masih besar di masyarakat untuk menarik mencoblos Partai Demokrat.

Caleg harus menpunyai data berapa jumlah DPT yang ada di dapilnya untuk pemetaan target suara yang ingin diperolehnya untuk bisa duduk sebagai anggota dewan.

Sementara itu Anggota FPD DPR RI Willem Wandik menyebutkan bahwa SBY memiliki sikap tegas, teguh komitmen serta konsisten pada pendiriannya dan keberpihakan total kepada kepentingan negara dalam menyejahterakan rakyat.

SBY telah menjadi pioner yang memulai reformasi ketatanegaraan di Nusantara dari Sabang sampau Merauke. Seluruh kader Demokrat siap mengawal dan mensukseskan caleg Partai Demokrat menuju parlemen 2019-2024.

Foto bersama para peserta diskusi dengan narasumber di kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat petang (7/9). (Foto:MCPD/Iwan)

Di tempat yang sama Indriani Hadi mengatakan sebagai kader baru Partai Demokrat yang maju sebagai caleg DPR RI  tentu mempunyai strategi agar bisa terpilih di Dapil VIII Jawa Tengah.

“Saya juga  menjalin kerjasama dengan caleg di tingkat DPRD di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan itu dilakukan untuk menghemat anggaran selain itu juga menjalin komunitas yang sudah lama dibina,” ujar Indriani Hadi.

Pemetaan wilayah jumlah desa dan kecamatan dan pemilih dilakukan dengan koordinasi ke DPC dan PAC Partai Demokrat serta KPUD.

Apa potensi dan kemampuan yang ada di diri kita harus kita ketahui agar orang mau percaya dengan kita. Sarana seperti media sosial  dan media konvensional sebagai salah satu untuk memperkenalkan diri kita kepada masyarakat.

“Sebagai seorang caleg yang berasal dari Partai Demokrat, saya akan selalu memberikan gagasan inovatif dan solusi permasalahan yang ada di dapil. Semoga Demokrat bisa menang dan dapat berjaya kembali”ungkap Indriani Hadi.

Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif itu dihadiri Ketua Dewan Pembina Rajawali Center yang juga Ketua Departemen Usaha Mikro dan PKL DPP-PD Subur Sembiring, Direktur Eksekutif Rajawali Center yang juga Ketua Departemen Urusan TKI DPP-PD Akbar Yahya Yogerasi, para petinggi DPP-PD, para caleg dan kader DPP-PD.

(Iwan K/dik)