Dairi Beruntung, Eddy Berutu Pulang Bangun Kampungnya

Foto dokumentasi Sekretaris Jenderal DPP-PD Hinca Pandjaitan beserta istri (ketiga dan kedua dari kanan), Calon Bupati Dairi Dr. Eddy Kelleng Ate Berutu (tengah), dan Ketua Dept Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP PD Jansen Sitindaon (paling kanan) saat melayani masyarakat sarapan pagi di Sidikalang, Dairi, awal Oktober 2017. (twitter/jansen_jsp)

Jakarta: Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menegaskan, masyarakat Dairi beruntung  karena Calon Bupati Dairi Dr. Eddy Kelleng Ate Berutu mau pulang membangun kampung halamnnya.

“Beruntung kita, masyarakat Dairi, tanpa perlu membayar sesen pun, sekarang Dr. Eddy mau pulang membangun dan memperbaiki kampungnya tanah Dairi,” ujar Jansen Sitindaon dalam pernyataan tertulisnya kepada web demokrat, pekan lalu.

Jansen yang lahir di Desa Silumboyah, Kec. Siempat Nempu Hulu, Kab. Dairi menegaskan, ia kenal cukup baik Dr. Eddy Berutu, yang biasa saya panggil “bang Eddy”.  Sepengetahuannya, tak banyak putra Dairi punya karier cemerlang dan mampu membangun karier sampai puncak di dunia profesional. Lintas industri, dari sektor keuangan, asuransi, dunia usaha, dan lainnya. Dan di berbagai perusahan ternama: Bank Permata, Bank Bali, PT. Prudential, dan banyak lagi. Dari sedikit itu, Dr. Eddy lah salah satunya.

“Track record dan pengalaman Dr. Eddy inilah yang sekarang dibutuhkan Dairi. Sudah terlalu lama Kabupaten ini salah kelola, ‘semrawut’ tak menentu, sehingga terpuruk sangat dalam dan tertinggal sangat jauh dibanding Kabupaten lain yang seumuran,” ujar Ketua Perhimpunan Magister Hukum Indonesia tersebut.

Lelaki berdarah Batak Toba dan Batak Karo itu memaparkan, Dairi yang terpuruk wajib dipimpin figur baru berpengalaman profesional, bersih dan berjiwa melayani.

“Berjiwa ‘parhobas’ kalau istilah kami Batak Toba. Hanya tinggal itu obat untuk membangkitkan Dairi yang kita cintai ini. Menjadi Dairi Unggul. Mari kita sudahi Dairi ini kembali dipimpin sosok lama berlatar belakang birokrat yang sudah ‘kotor di sana sini’, atau sosok yang masih punya kaitan dengan kekuasaan dan menjadi bagian dari persoalan Dairi hari ini.” ujar Jansen Sitindaon yang menyelesaikan pendidikan  dasar di SD Santo Yoseph Sidikalang.

Dairi, kata Jansen,  butuh sosok pemimpin baru yang berjiwa “anak boru” atau “anak beru”. Yang siap kotor-kotoran “di dapur pemerintahan Dairi” untuk melayani masyarakat. Eddy Berutu  adalah jawaban terhadap kerinduan hadirnya pemimpin berjiwa “anak beru” di tengah-tengah masyarakat Dairi.

“Dalam istilah Karo ada ungkapan yang sangat bagus: ‘mari sidarami pemimpin sibanci erdahin ras engkelengi kerina masyarakat’. Artinya, mari kita cari pemimpin yang mampu bekerja dan menyanyangi semua masyarakat,” kata lelaki yang menyelesaikan S-1 di FH Universitas  Airlangga dan meraih Master dari FH Univ. Indonesia dengan predikat cumlaude.

Jansen menguraikan, jejak karier Eddy Berutu menunjukkan, ia adalah sosok yang mampu bekerja keras dan berprestasi.  Terbukti berkali-kali Eddy Berutu menjadi menjadi CEO (Chief Excecutive Officer) di berbagai perusahaan. Kepulangan Eddy ke Dairi, ditengah kehidupannya yang sudah sangat mapan, adalah wujud rasa cintanya kepada masyarakat Dairi.

“Jadi niat tunggalnya untuk pulang kampung ke Dairi adalah untuk ‘marhobas’ melayani kita masyarakat Dairi. Tiada lain selain itu,” ujar Jansen yang juga dikenal sebagai penulis produktif.

Jansen mengingatkan, kalau semua orang mengambil posisi jadi “Raja”, tak akan ada pesta yang selesai. Suksesnya sebuah pesta karena peran “Anak Beru” yang rela berlelah-lelahan di sepanjang pesta, melayani kebutuhan seluruh tamu.

“Pemimpin berjiwa ‘anak beru’ inilah jawaban terhadap kebutuhan Dairi hari ini. Dan itu adalah Dr. Eddy Berutu. Horas! Njuah-Njuah kukita kerina. Lias Ate…,” Jansen memungkasi pernyataannya.

(didik l pambudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.