Partai Demokrat menggelar diskusi politik bertema “Sosialisasi Aturan KPU Tentang Pileg 2019” di kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat petang (31/8). (Foto: Omar Tara/MCPD)

Jakarta: Partai Demokrat kembali menggelar diskusi politik di kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat petang (31/8).

Acara yang mengambil tema “Sosialisasi Aturan KPU Tentang Pileg 2019” ini dilaksanakan para kader utama Demokrat yang tergabung dalam ormas Rajawali Center.

Hadir sebagai pembicara Dr Hj Andi Nurpati M.Pd dan acara diskusi dipandu moderator Alfrisco Sihombing.

Andi Nurpati merupakan Wakil Ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) DPP Partai Demokrat yang juga mantan Komisioner KPU RI dan Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Selatan II (meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Kota Parepare, Barru, Kepulauan Pangkep dan Maros)

Dalam pemaparannya Andi Nurpati mengatakan untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres 2019 dilaksanakan berbarengan tanggal 17 April 2019 dan masa kampanye di mulai tanggal 23 September 2018 dan berakhir  13 April 2019, maka dari itu kampanye akan memakan waktu yang cukup panjang dan menyita energi sekitar kurang lebih  tujuh bulanan untuk berkampanye.

Sebelum masa kampanye caleg boleh bersosialisasi dan tidak menyampaikan kampanye, karena kampanye merupakan pemaparan visi misi dari calon dan ada ajakan untuk mencoblos

Oleh karena itu dalam bersosialisasi seorang caleg tidak boleh mencantumkan nomor urut caleg.

Bagaimana Caleg Partai Demokrat  bisa menang dan memenangkan Capres yang diusung oleh karena itu seorang caleg harus bekerja habis habisan di dapilnya untuk memenangkan Capres karena marwah partai ada di situ sekalipun Capres yang diusung bukan dari kader Partai Demokrat.

Para kader Demokrat foto bersama usai diskusi politik bertema “Sosialisasi Aturan KPU Tentang Pileg 2019” di kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat petang (31/8). (Foto: Omar Tara/MCPD)

Untuk di atribut partai  di spanduk nanti bagaimana nanti ada foto Capres dan Cawapres, Foto Caleg, Foto ketua Umum dan Komandan Kogasma,akan terlihat banyak sekali foto dalam atribut dan bagaimana cara mengemasnya oleh karena itu mari kita rembugan bersama permasalahan in.

Partai wajib membranding partai dan calegnya di dapil karena magnet Ketua Umum Partai Demokrat SBY dan Komandan Kogasma AHY masih sangat bagus di masyarakat.

Di hari pencoblosan nanti Andi Nurpati mengharapkan Partai Demokrat mempunyai sistem Informasi Teknologi yang bisa melaporkan lembaran C1 dari seluruh Indonesia, karena surat suara rawan dari tingkat Panitia pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK).

Syarat Partai untuk bisa menempatkan anggota di parlemennya minimal Partai harus lolos Parliamentary Treshold (ambang batas) minimal 4 persen peolehan suara nasional, dan kita yakin Partai Demokrat bisa lolos.

Partai Demokrat sendiri menargetkan periolehan 15 persen di Pileg 2019 nanti dan kira kira harus bisa mendapatkan kurang lebih 86 kursi untuk DPR RI.

Ketua Dewan Pembina Rajawali Center yang juga Ketua Departemen Usaha Mikro dan PKL DPP-PD Subur Sembiring mengatakan diskusi ini rutin digelar untuk memantapkan kader Demokrat yang nanti akan bertarung di Pileg 2019.

Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif itu dihadiri Direktur Eksekutif Rajawali Center yang juga Ketua Departemen Urusan TKI DPP-PD Akbar Yahya Yogerasi, para petinggi DPP-PD, para caleg dan kader DPP-PD.

(Iwan Kurniawan/dik)