Demokrat Kalbar Bermusyawarah Memilih Ketua

Ketua BPOKK DPP-PD Pramono Edhie Wibowo didampingi Plt Ketua DPD-PD Kalbar Albert Yaputra,Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Anggota DPR-RI Dapil Kalbar Erma Suryani Ranik dan pengurus DPD-PD Memukul gong sebanyak 7 kali sebagai pertanda dimulainya Musda III kalimantan Barat di Hotel Aston Pontianak, Jalan Gajah Mada 21 Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/4/2017). (Foto:Tim Media DPD-PD Kalbar)

Pontianak, Kalbar: “Musyawarah daerah itu adalah musyawarah untuk mencari ketua yang akan memimpin Partai Demokrat di Provinsi Kalbar. Maka dari itu, para pemilik suara dalam musda, musyawarahkanlah hal ini. Pemilik hak suara sah itu adalah para Ketua DPC-PD. Musyawah tidak boleh ada kericuhan. Dari 34 DPD-PD sudah 18 DPD melaksanakan musyawarah. Ini musda yang ke-19. Dari 18 musda tersebut, tidak ada satu pun musda yang ricuh. Semuanya berjalan aman dan lancar.”

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo di acara pembukaan Musda III Partai Demokrat Kalbar. Musda digelar di Hotel Aston Pontianak, Jalan Gajah Mada 21 Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/4/2017).

Jenderal (purn) Bbintang empat tersebut mengingatkan, para Ketua DPC-PD harus menggunakan hatiuntuk memilih. Kalau salah memilih, pemimpin akan merasakan sengsaranya nanti. Sebagai Ketua DPC, pemegang hak suara, gunakanlah dengan baik. Itu merupakan amanah. Para ketua Partai Demokrat dan kepala daerah yang berasal dari dDemokrat jadilah pemimpin yang memimpin dengan hati. Sebab jabatan sifatnya hanya sementara.

“Siapa pun boleh jadi ketua. Di dalam musda maupun muscab. Saya berharap kader Demokrat menjalankan politik cerdas, bersih, santun. Kalau tidak santun berarti bukan kader Demokrat. Mari kita laksanakan musda dengan sebaik-baiknya dengan cerdas dan santun. Musda bukan segalanya tapi merupakan awal perjuangan. Kepada yang terpilih harus berjuang membesarkan Partai Demokrat,” ungkap Mantan KSAD tersebut.

Pramono Edhie di akhir sambutannya juga menyampaikan salam dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang berharap Demokrat di Kalbar menjadi  terbaik di kemudian hari. Insya Allah musda berjalan lancar. Jadikan musda sebagai kemenangan semua kader Partai Demokrat.

Setelahnya, Pramono Edhie Wibowo didampingi Plt Pimpinan DPD-PD Kalbar Albert Yaputra, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Anggota DPR-RI Dapil Kalbar Erma Suryani Ranik dan pengurus DPD-PD Memukul gong sebanyak 7 kali sebagai pertanda dimulainya Musda III Kalimantan Barat.

Suasan Pembukaan Musda III Kalbar di Hotel Aston Pontianak, Jalan Gajah Mada 21 Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/4/2017).(Foto:Tim Media DPD-PD Kalbar)

Sebelumnya Albert Yaputra mengucapkan terima kasih, salam hangat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua BPOKK DPP-PD Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo beserta jajaran, seluruh kader dan simpatisan Demokrat yang telah membantu terlaksananya Musda Kalbar. Juga pada jajaran kader Partai Demokrat baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota.

Pimpinan dan seluruh kader di Kalbar adalah ujung tombak Partai Demokrat. Oleh karena itu kahadiran Bapak/Ibu telah menunjukan bahwa Demokrat adalah partai solid, matang dan tidak bisa dipecah belah siapa pun.

Dalam forum ini dirinya akan kembalikan mandat sebagai Plt Ketua DPD-PD Kalbar kepada para Ketua DPC sebagai pemegang hak suara. Dalam pasang surut dan naik turunnya partai ia bersyukur telah dipercaya sebagai plt ketua.

Sebagai partai yang sudah berumur 15 tahun marilah kita tunjukan bahwa kader Partai dDemokrat mampu berpolitik secara matang dan dewasa serta harus menjadi contoh bahwa politik adalah sebuah wilayah pengabdian, bukan hanya sebagai ajang perebutan kursi atau kekuasaan semata,” Albert mengungkapkan.

Ia mengajak kader berkompetisi pada tataran ide dan gagasan untuk mewujudkan  misi. Setajam apa pun ide dan gagasan, pasti ada membawa kebaikan sejauh tidak disertai tindakan intimidasi dan kekerasan. Karenanya,  kader agar menjadikan ide dan gagasan sebagai intstrumen berpolitik.

“Sebagai penyeimbang Partai Demokrat akan menjadi kekuatan konstruktif dan akan mendorong kebaikan bersama. Manakala perlu menyampaikan saran dan kritik serta solusi untuk memecahkan masalah untuk kesejahteraan rakyat,” Albert mengatakan di akhir sambutannya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur kalimantan Barat Christiandy Sanjaya, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Anggota DPR RI FPD Erma Suryani Ranik, jajaran pengurus DPD PD Kalbar, Para Ketua DPC PD Kabupaten/Kota se-Kalbar, kader dan simpatisan Partai Demokrat.

(Iwan/dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.