Page 10 - Majalah Demokrat April-Mei 2015
P. 10
Penjelasan SBY
bahwa Utang Indonesia ke IMF

Lunas Tahun 2006

Presiden RI ke-6 yang juga Ketua IMF adalah US$ 9,1 miliar, jika dengan termasuk APBN dan juga penggunaan
Umum Partai Demokrat Susilo nilai tukar sekarang setara dengan Rp. keuangan kita, tidak harus mendapatkan
Bambang Yudhoyono terpaksa 117 triliun, dan pembayaran terakhirnya persetujuan dari IMF. Saya tidak ingin
menanggapi dan mengoreksi kita lunasi pada tahun 2006, atau 4 pemerintah disandera. Kita harus
pernyataan Presiden Jokowi menyangkut tahun lebih cepat dari jadwal yang ada. merdeka dan berdaulat dalam mengelola
persoalan utang Indonesia ke IMF yang Sejak itu kita tidak lagi jadi pasien IMF. perekonomian nasional kita.
telah dilunasi di era pemerintahannya.
Tanggapan itu disampaikan melalui akun Saya masih ingat mengapa Saya masih ingat, ketika masih
pribadi SBY di media sosial, Facebook keputusan untuk melunasi semua menjadi Menteri Pertambangan dan
dan Twitter, Selasa (28/4) setelah harian utang IMF 4 tahun lebih cepat dari jatuh Energi (tahun 1999-2000), saya harus
Rakyat Merdeka (terbitan 27 April 2015), temponya itu saya ambil. Memang, "melaporkan" dulu kepada negara-
memuat pernyataan Jokowi yang intinya sebelum keputusan final itu saya ambil, negara donor yang tergabung dalam
Indonesia masih pinjam uang ke IMF. sejumlah pihak menyarankan agar lebih forum CGI berkaitan dengan kebijakan
baik pelunasannya dilaksanakan secara dan rencana kementerian yang saya
Berikut penjelasan lengkap SBY yang bertahap, agar tidak mengganggu pimpin, utamanya menyangkut APBN.
mengoreksi pernyataan Jokowi: ketahanan ekonomi Indonesia. Tapi saya Situasinya sungguh tidak nyaman.
berpendapat lain. Lebih baik kalau utang Pernah saya diminta untuk menaikkan
Saya terpaksa menanggapi dan itu segera kita lunasi. Ada 3 alasan saya harga BBM dan Tarif Dasar Listrik
mengoreksi pernyataan Presiden Jokowi mengapa keputusan dan kebijakan itu secara serentak dengan angka yang
menyangkut utang Indonesia ke IMF. saya ambil. Pertama, pertumbuhan sangat tinggi. Hal itu saya tolak, karena
Kemarin, tanggal 27 April 2015, harian ekonomi kita waktu itu telah berada pasti ekonomi rakyat akan menjadi
Rakyat Merdeka memuat pernyataan dalam tingkatan yang relatif tinggi. Jadi lebih buruk. Sedangkan alasan yang
Pak Jokowi yang intinya adalah aman untuk menjaga ketahanan ekonomi ketiga, selama Indonesia masih punya
Indonesia masih pinjam uang sama IMF. makro dan sektor riil kita. Di sisi lain, utang kepada IMF, rakyat kita merasa
Berarti kita masih punya utang kepada disamping kekuatan fiskal kita aman, terhina (humiliated). Dipermalukan. Di
IMF. Maaf, demi tegaknya kebenaran, dari segi moneter cadangan devisa kita mata sebagian rakyat, IMF diidentikkan
saya harus mengatakan bahwa seluruh juga relatif kuat. Kedua, dengan telah dengan penjajah. Bahkan IMF-lah yang
utang Indonesia kepada IMF sudah kita lunasi utang IMF tersebut, kita dianggap membikin krisis ekonomi tahun
kita lunasi pada tahun 2006 yang lalu. tidak lagi didikte oleh IMF dan negara- 1998 benar-benar buruk dan dalam.
Keseluruhan utang Indonesia terhadap negara donor. Tidak didikte dalam
arti perencanaan pembangunan kita, Setelah utang IMF kita lunasi,
saya juga ingat ketika para pemimpin

10 EDISI MEI 2015
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15